SURABAYA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mencatat tren positif jumlah kunjungan ke Kebun Raya Mangrove (KRM), usai peresmian pada Juli lalu.
Selain jumlah wisatawan bertambah, juga ada penambahan dua koleksi mangrove.
Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Surabaya, Rahmad Kodariawan mengatakan kunjungan wisatawan ke Kebun Raya Mangrove meroket.
Jumlah peningkatannya cukup signifikan. Tampak perbedaan sebelum hingga selepas peresmian. "Sebelumnya 700 orang per pekan. Sekarang mencapai 2.000 orang," ujarnya, Rabu (4/10).
Peningkatan kunjungan itu melibatkan peran berbagai pihak.
Utamanya adalah masyarakat yang mengabadikan momen kunjungannya ke KRM Gunung Anyar atau Medokan Sawah.
Menurutnya, kekuatan sosial media cukup krusial. "Selain itu keseriusan pemkot menggarap potensi wisata magrove ini," ucapnya.
Rahmad menuturkan, Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pun berperan penting.
Yaitu, Megawati Soekarnoputri turut memberi dampak signifikan. Katanya, presiden RI kelima mendorong minat masyarakat.
"Banyak pengunjung baik dari dalam maupun luar Surabaya untuk datang ke sini," ungkapnya.
Dia mengatami laju wisatawan di KRM. Dominasi wisatawan yang berkunjung adalah keluarga. Selain itu, dia menyebutkan ada rombongan sekolah hingga kelompok PKK.
"Wisatawan di sana berlibur sekaligus penasaran kondisi terkini wisata mangrove setelah diresmikan," terangnya.
KRM itu terdapat dua lokasi. Keduanya berdekatan. Pemisahnya adalah jembatan penghubung berbahan beton.
"Kaitannya mereka datang ingin melihat apakah Kebun Raya Mangrove ini sama dengan yang lain, ternyata ada perbedaan karena tanaman mangrove," urai Rahmad.
Harapannya, Kebun Raya Mangrove itu berjalan optimal. Selain mendongkrak sektor wisata, tumbuhan bakau itu bermanfaat untuk lingkungan.
Sekaligus menciptakan produk olahan baru para pelaku UMKM. "Karena mangrove ini bisa diolah menjadi bahan sirup, tepung, sambal, sampai pewarna batik," paparnya.
Total luasannya mencapai 27 hektare. KRM itu memiliki 59 koleksi bakau. Katanya ada penambahan dua jenis baru.
"Sebelumnya 57 jenis. Dua jenis koleksi mangrove yang baru ditambahkan yakni heritiera littoralis dari Kabupaten Gresik dan kandelia candel dari Provinsi Kalimantan Barat," tutur Rahmad.
DKPP terus berupaya menambah jumlah koleksi mangrove. Tujuannya memperbanyak opsi edukasi kepada para pengunjung.
Rahmad bakal mengeksplorasi jenis bakau di Jatim dan luar daerah.
"Kita menggandeng banyak pihak yang bersedia membantu upaya memperbanyak jumlah bakau. Kita siap eksplorasi ke Alas Purwo dan juga bertukar mangrove dengan daerah lain," imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa