Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jusuf Kalla Dukung Ketua PMI Jatim Imam Utomo Larang Pecah Rekor Donor Darah

Hildan Sepka • Kamis, 5 Oktober 2023 | 01:16 WIB
SEMANGAT: Ketua PMI Jusuf Kalla saat membuka Rakernis Nasional UDD PMI 2023 di Hotel Harris, Selasa (3/10). (HILDAN SEPKA/RADAR SURABAYA)
SEMANGAT: Ketua PMI Jusuf Kalla saat membuka Rakernis Nasional UDD PMI 2023 di Hotel Harris, Selasa (3/10). (HILDAN SEPKA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Ada yang menarik ketika Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo berpidato di depan ratusan peserta Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Nasional Unit Donor Darah (UDD) PMI 2023 di sebuah hotel di Surabaya Selatan, Selasa (3/10).

Imam Utomo dengan tegas melarang pihak-pihak yang punya rencana menggelar acara donor darah dengan sistem pecah rekor jumlah peserta.

“Sudah nggak usah bikin rekor-rekor peserta donor darah. Kita harus paham berapa kebutuhan yang diperlukan. Jangan asal bikin acara pecah rekor-pecah rekor atau banyak-banyakan peserta ” kata Imam Utomo.

Mantan Gubernur Jawa Timur itu punya alasan khusus, mengapa ia melarang digelar acara pecah rekor jumlah peserta donor darah. Karena menurut Imam Utomo, hal itu justru tidak ada manfaatnya.

“Bikin donor pesertanya sampai ribuan, padahal kebutuhannya hanya 300-400 (kantung darah, Red). Lha sisanya untuk apa? Kita harus tahu kebutuhan kita berapa,” tandasnya lagi.

Mantan ketua KONI Jatim itu lantas bercerita, empat tahun lalu digelar donor darah untuk mengejar rekor jumlah peserta terbanyak di Banyuwangi. Ribuan santri ikut, dan tentu saja darah yang diperoleh juga banyak.

“Tapi, ya itu tadi. Yang dibutuhkan nggak sesuai dengan ketersediaan. Sisanya mau dikirim ke Surabaya, ya nggak mudah. Akhirnya malah mubazir, padahal santri-santri itu sudah terlanjur mendonorkan darahnya,” jelasnya.

Rupanya yang disampaikan Imam Utomo itu diamini Ketua PMI Jusuf Kalla. Mantan Wakil Presiden itu setuju dengan ide yang disampaikan Imam Utomo. “Soal pecah rekor peserta donor seperti yang disampaikan Pak Imam Utomo itu, saya setuju sekali,” tegasnya.

Karena menurut Jusuf Kalla, PMI harus mampu menyediakan darah yang berkualitas untuk masyarakat yang membutuhkan. Selain berkualitas, darah juga harus bisa diperoleh dengan cepat. “Karena ini hubungannya dengan nyawa,” tandasnya lagi.

Jusuf Kalla menambahkan, rakernis juga membahas perbaikan pelayanan secara umum. Perbaikan sistem, kualitas, pelayanan, volume produksi kantong atau ketersediaan darah, sudah berjalan baik. “Tinggal kita bekerja keras untuk meningkatkannya,” ucapnya.

Ketua Panitia Rakernis, Robby Nur Aditya menjelaskan tujuan rakernis tahun ini adalah mengoptimalkan pelayanan darah UDD PMI dalam mendukung program pemerintah.

Selain itu, rakernis juga bertujuan meningkatkan pemahaman seluruh pengurus dan UDD PMI tentang pentingnya akreditasi dan konsolidasi pelayanan darah, mendiskusikan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk darah di UDD PMI.

“Yang juga tak kalah penting adalah menetapkan rencana aksi dan tindakan korektif untuk mencapai sasaran akreditasi dan konsolidasi pelayanan darah,” kata Robby.

Saat ini, di UDD PMI seluruh Indonesia, terdapat total 3.796.698 kantong darah, dengan mayoritas digunakan dalam bentuk PRC (Packed Red Cells). Sementara plasma hanya digunakan dalam kisaran 1-10 persen untuk kebutuhan klinis di rumah sakit.

Ini berarti bahwa sebagian besar plasma yang dihasilkan oleh UDD PMI, termasuk UDD PMI besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, dan Surabaya, tidak dimanfaatkan sepenuhnya oleh klinisi.

Padahal plasma ini memiliki potensi besar untuk difraksionasi menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) yang berharga. (hil/opi)

 

Editor : Jay Wijayanto
#Jusuf Kalla #PMI Jatim #donor darah #imam utomo #pecah rekor