SURABAYA - Pemkot Surabaya makin bergairah untuk menguatkan sektor pariwisata. Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya tengah menggarap beberapa destinasi. Tahun ini targetnya adalah menyentuh unsur kota lama.
Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengungkapkan, kendati Kota Pahlawan tidak memiliki unsur alam, ada sektor yang masih bisa dikembangkan. Yaitu sektor heritage. Itu mendominasi dan memiliki potensi kuat. "Perlu kita create lebih optimal," ujar Wiwiek Widayati, Selasa (3/10).
Cukup banyak lokasi yang menyimpan kisah sejarah. Menurut dia, unsur historis menjadi daya tarik dengan kemasan yang apik. Untuk sementara, pemkot berupaya mendorong itu menjadi spirit industri pariwisata di Kota Surabaya. "Kita tahu, tidak ada kota dengan julukan Kota Pahlawan lainnya," ucap Wiwiek.
Konsepnya adalah living heritage. Artinya, mengawinkan unsur kebudayaan dan pariwisata. Langkahnya itu bentuk upaya pelestarian sekaligus mendorong sisi perekonomian. "Kawasan kota lama kita cukup kuat," papar Wiwiek.
Selain itu, langkahnya itu bentuk pengembangan karena wisata kota lama itu sudah ada sejak lama. Sisanya adalah mewujudkan destinasi kota lama yang optimal untuk menjadi daya tarik baru.
"Ini bukan tiba-tiba kita kerjakan. Produknya sudah ada, kita kembangkan. Setahun penuh aktivitas untuk kembangkan destinasi secara bertahap," ungkapnya.
Wiwiek menargetkan enam titik kawasan. Yakni, Kalimas, Pecinan, Kembang Jepun, Peneleh, hingga Tunjungan. Indikatornya adalah setiap tempat memiliki lebih dari dua situs cagar budaya.
"Prioritasnya ada, tahun 2023 kawasan kota lama. Kita mengampu kebudayaan dan pariwisata. Budaya soal pelestarian dan wisata tentang potensi secara ekonomis dan memberikan manfaat," jelasnya.
Upaya pengembangan itu seiring dengan pergerakan turis yang terus berdatangan. Wiwiek meminta spot-spot itu tetap bisa dimanfaatkan oleh agen perjalanan. Sehingga perekonomian di Kota Surabaya berjalan seiring dengan kondisi wisata kota lama yang terus membaik.
"Untuk persiapan Piala Dunia U-17, kita siapkan paket wisata. Ada satu set trip wisata yang terintegrasi. Tinggal komunikasi," kata Wiwiek. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto