Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pabrik Bir Pertama di Surabaya (25): Sejak Awal Berdiri Bentuk Bangunan Belum Mengalami Perombakan

Rahmat Sudrajat • Selasa, 3 Oktober 2023 | 01:17 WIB
ASLI: Meskipun ada perubahan di beberapa bagian, akan tetapi bentuk bangunan bekas pabrik bir ini belum pernah diubah. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
ASLI: Meskipun ada perubahan di beberapa bagian, akan tetapi bentuk bangunan bekas pabrik bir ini belum pernah diubah. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Bangunan pabrik bir di Jalan Ratna sejak awal berdiri sekitar tahun 1930 hingga akhirnya pindah ke Mojokerto di tahun 1995 begitu tampak kokoh tanpa mengalami perombakan.

Rahmat Sudrajat-Wartawan Radar Surabaya

Pembuatan bangunan itu sejak awal sudah dibuat kokoh. Arsitektur Belanda bernama JFL. Blankerberg sudah membuat desain sedemikian untuk pabrik.

Pengamat sejarah Handinoto mengatakan, sejak awal berdiri sampai berpindahnya pabrik dari kawasan industri Ngangel memang tidak difungsikan untuk bangunan lain kecuali hanya untuk pabrik.

"Karena dari tahun 1930 sampai 1995 hanya digunakan sebagai pabrik sehingga tidak ada renovasi atau perombakan total," kata Handinoto kepada Radar Surabaya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari bentuk awal sebelum ditempati untuk pertokoan saat ini atau sebelum dirombak besar-besaran, di bagian atap bangunan, terutama di pabrik tempat produksi bangunannya lebih tinggi. Karena menurutnya menyesuaikan daerah Surabaya yang tropis.

"Gaya atau ciri khas bangunan Belanda selalu menyesuaikan wilayah tersebut. Bangunan atap dibuat tinggi dengan rangka baja sehingga kokoh. Dan itu sejak berdiri sampai akan berpindah tetap sama," jelasnya.

Sedangkan tampak depan, bangunan atas terlihat menyerupai kubus atau piramida. Secara keseluruhan elemen dibuat merupakan gabungan dari balokan. "Jadi kalau di luar lebih estetik. Dinding tembok bagian dalam juga terlihat kokoh dari beton atau batu kali," ujarnya.

Secara keseluruhan, dosen Arsitektur UK Petra itu menyebut pada saat digunakan pabrik Bir Bintang luas lahan mencapai 26.572 meter persegi. Sedangkan luas bangunan mencapai 10.471 meter persegi.

"Memang masih banyak space atau lahan yang kosong karena jarak antara bangunan satu dengan yang lain dalam satu kompleks dibuat agak berjauhan untuk menghindari adanya insiden, misalnya kebakaran," pungkasnya. (bersambung/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#pabrik bir tertua #Surabaya Kota Lama