SURABAYA – Puluhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kecamatan Bubutan mengikuti Batik Festival Bubutan Surabaya 2023 di BG Junction yang berakhir, Minggu (1/10).
Festival yang baru digelar untuk pertama kalinya itu sebagai upaya untuk mengajak para pelaku UMKM naik kelas, seperti yang selama ini gencar dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Camat Bubutan Ferdhie Ardiansyah mengatakan, kecamatan Bubutan memiliki 150 UMKM lebih.
Mereka terjun di puluhan usaha, seperti makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga batik.
“Khusus batik, kita punya empat kelompok perajin yang menaungi banyak pembatik. Karya mereka bagus-bagus lho,” puji Ferdhie ditemui di sela meninjau pameran.
Ia mengungkapkan, dari ratusan UMKM di kecamatan Bubutan, yang skala usahanya sudah mapan tak lebih dari 15 usaha saja.
Nah, mereka yang usahanya sudah mapan ini terus diajak untuk berbagi kiat kepada teman-teman UMKM lainnya yang masih terus berjuang.
“Supaya UMKM di tempat kami semakin banyak yang bisa naik kelas,” sambungnya.
Ferdhie menambahkan, mengajak UMKM mengikuti pameran di mal sebagai upaya untuk membuka jalan pemasaran.
Karena selama ini persoalan market masih menjadi hal utama yang harus segera dicarikan solusinya.
“UMKM kami rajin berproduksi, tapi masih harus terus belajar untuk mencati market,” imbuh Ferdhie.
Ketua penyelenggara Robby Santoso mengatakan, perhelatan Batik Festival Bubutan Surabaya 2023 sengaja digelar di pusat perbelanjaan BG Junction untuk lebih mengenalkan ciri khas motif batik yang diproduksi oleh pelaku UMKM kecamatan Bubutan.
“Kami berharap dengan adanya pameran Batik Festival Bubutan Surabaya 2023 akan menjadi momen penting dalam budaya menggunakan batik yang diproduksi oleh pelaku UMKM serta mampu tembus ke pasaran nasional. Selain itu, pameran ini sekaligus memperingati Hari Batik Nasional,” kata Robby.
Lebih lanjut Robby mengatakan, perhelatan Batik Festival Bubutan Surabaya 2023 dilangsungkan selama tiga hari ini, dengan menampilkan banyak kegiatan, seperti pameran UMKM, lomba mewarna dan fashion show Batik.
“Dalam perhelatan Batik Festival Bubutan Surabaya 2023, kami mengajak semua pelaku UMKM di wilayah kecamatan Bubutan Surabaya. Ke depannya, dengan adanya kegiatan seperti ini, selain masyarakat luas bisa menggunakan batik sebagai busana, juga mencintai produk dalam negeri dimana bisa membantu UMKM bisa dilihat dalam negeri maupun luar negeri,” harap Robby.
Pameran ini juga sebagai salah satu cara memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober.
Duta Putri Anak Batik Jatim 2023 Cheryl Clarenza menambahkan jika ia ingin memperkenalkan batik lebih luas ke masyarakat Surabaya dan sekitarnya.
Untuk itu, ia bekerja sama dengan para pelaku UMKM kecamatan Bubutan yakni, dengan menggelar Batik Festival Bubutan Surabaya 2023. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa