SURABAYA - Pusat Grosir Surabaya (PGS) merupakan sentra penjualan barang terlengkap dengan harga murah. PGS berdiri sejak tahun 2007 oleh pengembang PT Lamicitra Nusantara Tbk dan PT KAI.
Pembangunan PGS diawali dari keinginan mendirikan pusat perbelanjaan baru yang bisa bersinergi dengan Pasar Turi.
Ketika itu Pasar Turi sangat berkembang sehingga membuka potensi usaha yang menjanjikan. Pada akhirnya, PGS dibangun di atas lahan seluas 32.000 meter persegi.
Ketua Surabaya Heritage Society Freddy H Istanto mengatakan, PGS tidak ada kaitannya dengan Pasar Turi. Menurutnya, PGS dibangun oleh investor swasta yang juga membangun JMP.
Uniknya di dalam PGS ini dilintasi jalur kereta api. PT KAI mengungkapkan bahwa jalur kereta yang melintas di PGS adalah satu-satunya di Indonesia.
Jalur tersebut juga dilengkapi dengan palang untuk mengamankan perjalanan kereta api yang juga melintang di jalan raya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Begandring Surabaya Nanang Purwono mengatakan, adanya rel kereta di PGS ini masih ada kaitan dengan Surabaya yang pernah dilalui trem.
Hanya saja, sambungan langsung antara Stasiun Surabaya Kota dengan Stasiun Pasar Turi milik Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij (N.I.S) tidak pernah dibuat dan menjadi keuntungan bagi para pemilik delman serta dokar yang menjadi penghubung para penumpang dari dan menuju ke dua stasiun tersebut.
"Ini menjadi kebiasaan para kusir untuk menawarkan jasanya kepada penumpang," katanya.
PGS sendiri menjadi jujukan masyarakat, baik yang ingin kulakan secara grosiran untuk dijual kembali maupun membeli satuan untuk kebutuhan sendiri.
Komoditas yang diperjual belikan di PGS bermacam-macam, mulai dari produk-produk pakaian, perlengkapan rumah tangga, mainan, kerajinan, dan lain sebagainya. Pembelinya datang dari Jawa Timur hingga luar pulau. (mus/nur)
Editor : Jay Wijayanto