SURABAYA - Program Jumat curhat rutin dilakukan seluruh jajaran kepolisian.
Begitu pula dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang rutin turun mendengar pertanyaan hingga keluhan masyarakat di wilayahnya.
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak mendatangi Balai RW 6, Jalan Bulaksari, Semampir, Surabaya, untuk melaksanakan Jumat curhat, Jumat (29/9) siang.
Jika sebelumnya, pertanyaan warga terkait dengan kejadian kriminalitas, seperti cara melapor atau menghindari kejahatan.
Namun, kali ini Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Wahyu Norman Hidayat sempat sedikit terkejut saat seorang ustad bertanya.
Suwanto, tokoh agama setempat menanyakan perihal tahanan.
Bukan perlakuan atau makanan untuk tahanan, melainkan jatah malam pertama.
"Apakah kepolisian menyiapkan kamar pengantin untuk malam pertamanya?" tanya Suwanto.
Pertanyaan ini disambut gelak tawa dan riuh dari warga.
Ia mengungkapkan, kalau nikah di tahanan terus tidak langsung ibadah, sama dengan menghambat pahala orang yang sudah menikah.
Kompol Wahyu Norman Hidayat mencontohkan ketika sedang mempersiapkan nikahan, namun si calon mempelai tertangkap polisi karena perbuatan kriminal.
Sesuai hari nurani, polisi mempersilahkan untuk melangsungkan pernikahan.
Pihaknya akan memfasilitasi pernikahan tersebut. Begitu juga dengan urusan malam pertama.
"Kami akan persiapkan bilik khusus untuk malam pertama namun hanya malam itu saja. Kalau malam seterusnya yang lain bisa iri," ungkapnya disambut tepuk tangan dan tawa masyarakat yang datang pada program Jumat Curhat tersebut. (gun/opi)
Editor : Nofilawati Anisa