SURABAYA - Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya memprediksi akan terjadinya pasang maksimum.
Prediksi pasang maksimum ini bakal menyebabkan banjir rob di wilayah pesisir.
Pemicunya adalah fenomena full moon.
Kepala Unit Forecaster BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto memperkirakan pasang maksimum terjadi dalam waktu dekat.
Prediksinya berlangsung dari Jumat (29/9) hingga Senin (2/10).
Itu memicu terjadinya banjir rod di wilayah pesisir.
"Wilayah Surabaya yang langganan harap waspada," ujarnya, Kamis (28/9).
Selama itu bakal terjadi full moon yang memicu pasang maksimum.
Itu adalah peristiwa kenaikan permukaan air laut.
Pengaruhnya adalah gaya gravitasi gabungan.
"Antara gravitasi bulan dan matahari," ungkapnya.
Daya tarik gravitasinya cukup tinggi. Ady memprediksi kenaikan air laut mencapai 120 sampai 130 sentimeter.
Menurutnya, terdapat wilayah di Surabaya yang kena dampak fenomena itu.
"Biasanya yang sering, Morokrembangan. Selain itu, Kenjeran, Krembangan, Rungkut, Gunung Anyar, dan Kalianak," paparnya.
Daerah itu berpotensi mengalami banjir rob.
Ketinggiannya diprediksi mencapai 10 hingga 30 sentimeter.
Ady mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memilih jalur alternatif saat beraktivitas.
"Perlu diingat itu sifatnya korosif," tegasnya.
BMKG mengimbau untuk menghindari wilayah yang terjadi banjir rob.
Karena air laut menimbulkan karat lebih cepat.
Ady mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk selalu update terhadap informasi yang disampaikan oleh BMKG.
"Meskipun hanya 10 cm genangannya perlu dihindari. Karena korosi membahayakan kendaraan bermotor yang melintasinya," imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa