Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Optimalkan Kinerja Taman Hadapi Puncak Suhu Panas di Surabaya Pada Oktober

Hildan Sepka • Jumat, 29 September 2023 | 05:21 WIB
BIKIN SEJUK: Keberadaan taman di Surabaya menjadi ‘senjata’ untuk melawan suhu panas akibat El Nino yang melanda Kota Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
BIKIN SEJUK: Keberadaan taman di Surabaya menjadi ‘senjata’ untuk melawan suhu panas akibat El Nino yang melanda Kota Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak memprediksi puncak suhu panas terjadi Oktober.

Langkah preventif tengah digenjot Pemkot Surabaya untuk menurunkan panas.

Yaitu mengoptimalkan kinerja taman yang tersebar di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi puncak suhu panas.

Yaitu mengoptimalkan kondisi taman dengan meningkatkan penyiraman berkala.

"Kita tambah tapi tetap diukur, jangan sampai justru bikin tanaman rusak," ujarnya, Kamis, (28/9).

Dia bakal melakukan peremajaan taman di kota yang dimpin Wali Kota Eri Cahyadi ini.

Yakni, menambahkan jumlah tanaman dan perawatan tanaman secara lebih intens.

Selain taman, juga akan fokus pada median jalan.

"Kita sekaligus mengerjakan perantingan karena menuju musim hujan," katanya.

Hebi memetakan titik krusial Kawasan-kawasan yang pepohonannya butuh segera ada perantingan.

Karena menurutnya, perantingan dilakukan pada wilayah yang cukup membahayakan.

Salah satunya titik pohon yang memiliki volume yang cukup lebat.

"Beberapa waktu lalu sudah kita lakukan perantingan di kawasan Klampis," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Forecaster BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto menjelaskan, suhu Kota Pahlawan meningkat belakangan ini.

Katanya, saat siang suhu tertinggi mencapai 35 derajat Celcius.

Kondisi itu diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober.

"Musim hujan diperkirakan tiba November," ungkapnya.

Fenomena kenaikan suhu itu seiring dengan El Nino yang berlangsung.

Itu membuat tingkat kelembapan udara menurun.

Menurutnya, puncak suhu panas menyentuh 36 derajat Celcius saat siang dan 25 derajat Celcius pada malam hari.

"Saat ini titik matahari berada tepat pada garis khatulistiwa dan memasuki garis astronomis wilayah Jatim," paparnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Karena suhu panas tetap bertahan hingga malam tiba.

Sementara, suhu turun menjelang pukul 04.00 WIB.

"Ditinjau dari data sebelumnya memang ada peningkatan," tegas Ady.

Dia menyebutkan, suhu di Surabaya meningkat dibandingkan sebelumnya.

Biasanya, suhu Surabaya tercatat 33-34 derajat Celsius. Sekarang, rata-rata suhunya antara 34-36 derajat Celsius.

”Sebenarnya hal lumrah karena masih dalam ambang batas dan suhu normalnya. Berakhirnya sendiri saat awal November dimana posisi matahari sudah menjauhi lintang astronomi wilayah Jawa Timur menuju selatan,” imbuhnya. (hil/opi)

Editor : Nofilawati Anisa