SURABAYA - Pemkot Surabaya segera menata sektor wisata. Salah satunya adalah wisata kota di wilayah utara. Tujuannya untuk peningkatan daya tarik dan perekonomian. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bakal menyentuh wisata di kawasan utara.
Rencananya ada penataan wisata Kota Tua. Antara lain, Jalan Karet, Jembatan Merah, dan sekitarnya untuk menyusul pamor Jalan Tunjungan dan Alun-alun Suroboyo yang terlebih dahulu menjadi destinasi wisata yang ramai pengunjung. "Target sebelum tahun baru," ujarnya, Minggu (24/9).
Tepatnya adalah sebelum 31 Desember. Cak Eri akrabnya meminta dalam waktu yang tersisa harus tuntas. Area itu nanti ada pengerjaan pemasangan paving. "Rencananya, nama yang diusung untuk kawasan Kota Tua itu, Suroboyo Kutho Lawas," ucapnya.
Baca juga: Napak Tilas Sejarah Kota Tua, Cak Ji: Jangan Jual Cagar Budaya
Konsepnya nyaris sama dengan yang sudah ada. Yaitu, memperkuat roh Kota Tua, sekaligus menghidupkan pelaku UMKM. Gambaran Cak Eri, area itu berjajar aneka olahan kopi di sepanjang Jalan Karet.
“Kopi-kopi barista di Tunjungan itu nanti ada di sana. Nantinya, bangunan-bangunan yang dilewati ada di sana didata, seperti yang ada di Tunjungan,” paparnya.
Kendati konsepnya sama, dia meminta Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Iman Kristian untuk mengusung warna berbeda dengan Tunjungan Romansa.
Eri menyebutkan spesifik untuk membedakan lampu penerangan antara Suroboyo Kutho Lawas dengan Tunjungan Romansa. Selain itu, dia memperhitungkan perparkiran dan arus lalu lintas malam hari.
"Minggu kedua Oktober harus ada gambaran yang jadi. Karena targetnya pertengahan Oktober hingga Desember kita eksekusi," paparnya.
Dia cukup optimistis. Karena diproyeksi mampu menarik wisatawan. Harapannya, wisata di Kota Pahlawan itu dapat terintegrasi melalui wisata air susur sungai. "Pasti ramai. Dengan adanya ini, pasti keramaian itu akan terpecah," imbuhnya. (hil/nur)
Editor : Jay Wijayanto