SURABAYA - Berbagai macam makna yang tersirat di dalam karya lukisan, seperti Jaga Amanah, Presiden Akal Sehat Rocky Gerung, Dimakan Usia, hingga Menjahit Harapan Sang Saka dipamerkan di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) kompleks Balai Pemuda Surabaya.
Wake Me Up yang berarti bangkitkan atau bangunkan aku memang pantas disematkan dalam tema besar art exhibition tersebut. Karena semua pelukis yang menuangkan karya sesuai dengan keinginan dan akal sehat untuk bangkit di era baru ini.
Ketua penyelenggara pameran lukisan Wake Me Up Art Exhibition, Sinyo mengatakan, pameran lukisan ini merupakan gambaran pribadi para peserta (pelukis) dalam berkarya dan dituangkan dalam lukisan. Dimana selama kurang lebih tiga tahun mereka "absen" tidak menggelar pameran lukisan karena situasi pandemi Covid-19. Kondisi pasca lockdown ini yang membuat mereka harus bangkit memamerkan kondisi pribadi masing-masing pelukis.
"Kita memang ingin survive dan ini gambaran peserta Wake Me Up Art Exhibition yang telah bangkit dengan melihat kondisi saat ini," kata Sinyo, Kamis (21/9).
Sebanyak 44 koleksi lukisan dari 23 pelukis dipamerkan sejak 17 hingga 23 September mendatang. Menariknya, pameran lukisan tersebut tidak hanya didominasi oleh pelukis senior saja, namun para pelajar juga digandeng untuk menuangkan karya di dalam lukisan. "Saya juga gandeng pelajar juga, ternyata banyak dari mereka yang termotivasi untuk ikut dan tidak mau kalah dari seniornya. Kalau seniornya (pelukis) hanya satu dua tiga, lainnya didominasi pelajar dan juga umum," terangnya.
Ia juga terus mendorong para pelajar yang mempunyai bakat seni dalam melukis untuk terus bersemangat membangkitkan karya. "Tentu dengan mengusung idealisme, karakter masing-masing, dan berani untuk tampil (berkarya) harus terus didorong," ujarnya.
Salah satu pengunjung, Rini Syafitri, mengaku kepincut dengan karya-karya para pelukis. Menurutnya, mereka telah berani tampil apa adanya melihat kondisi saat ini. "Lukisan bagus -bagus dan tentunya mempunyai makna yang berbeda-beda. Makna ini merupakan pesan bagi kondisi saat ini yang terwakili oleh para pelukis," ujar Rini. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto