Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Belajar Geologi Melalui Musik ala Prof Andang Bachtiar di Gedung Cak Durasim Surabaya.

Lambertus Hurek • Selasa, 19 September 2023 | 21:06 WIB
UNIK: Suasana konser musik geologi yang dimotori Prof Dr Andang Bachtiar di Gedung Cak Durasim, Surabaya. (JIHAN NAVIRA/RADAR SURABAYA)
UNIK: Suasana konser musik geologi yang dimotori Prof Dr Andang Bachtiar di Gedung Cak Durasim, Surabaya. (JIHAN NAVIRA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Geologi tak hanya dipelajari di ruang kuliah atau seminar, tapi bisa melalui pertunjukan musik. Inilah yang dilakukan Prof Dr Andang Bachtiar dan kawan-kawan di Gedung Cak Durasim, Surabaya.

Bersama kelompok Penyelaras, Andang menampilkan konser bertajuk Kataklasik Budaya, Jawa Timur: Pertemuan Tiga Lempeng Dunia. Profesor asal Malang itu sudah dikenal melalui dua album berjudul Melembutkan Batu (2021) dan Mata Air Mata (2023).

Kali ini Andang dan Penyelaras membawakan 11 komposisi yang terbagi dalam tiga segmen. Segmen pertama, India-Australia, disusul Eurasia, dan ditutup dengan Pasifika. Menurut Andang, konser ini tak hanya sebagai hiburan musik, tetapi juga sebagai sebuah media dalam menyampaikan pemahaman-pemahaman geologi atau kebumian melalui pendekatan seni budaya.

Penonton yang hadir juga diajarkan tentang mitigasi bencana karena Jawa Timur merupakan pertemuan tiga lempeng dunia yang menjadikannya rawan terhadap bencana alam. “Pagelaran ini berusaha untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ilmu-ilmu geologi kebumian dengan pendekatan seni budaya,” kata Andang.

Dia berharap pergelaran ini dapat menjadi inspirasi baru dalam hal penyampaian ilmu kemasyarakatan tentang ilmu pengetahuan. Bukan hanya ilmu geologi, tetapi juga ilmu pengetahuan lainnya.

Pada segmen kedua dalam lagu Tanpa Gologi, Dr Wahyudi Citro Siswoyo memberikan pengantar tentang mitigasi arus rib. Dalam lima tahun terakhir, 28 orang meninggal terseret arus rib.

“Semua harus mendapat informasi, mempelajari, memitigasi, dan jangan menganggap mereka yang menjaadi korban sebagai tumbal. Jangan ada lagi yang sia-sia mati karena tidak mengerti,” ujar Wahyudi. (mg1/mg2/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#geologi #gedung cak durasim #belajar sambil mendengarkan musik #pertunjukan musik #seni musik