Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Senjata yang Digunakan di Pertempuran 10 November Dipamerkan di Ciputra World

Nofilawati Anisa • Minggu, 17 September 2023 | 23:42 WIB
MUSEUM KELILING: Dua orang pengunjung mengamati barang-barang koleksi Museum 10 November Surabaya.
MUSEUM KELILING: Dua orang pengunjung mengamati barang-barang koleksi Museum 10 November Surabaya.

SURABAYA - Barang-barang persenjataan perang revolusi Surabaya atau lebih tepatnya perang 10 November, seperti pedang, mortir, hingga tembak dipamerkan di mal. Tepatnya dipamerkan di Ciputra World (Ciwo) Surabaya.

Barang-barang tersebut koleksi Museum 10 November Surabaya. Memang tak biasa, karena lazimnya barang-barang bersejarah dipamerkan di museum.

Tak hanya peralatan persenjataan saja, namun peralatan medis seperti kotak P3K, hingga tas kerja dr. Soetomo tahun 1930 yang digunakan untuk meletakkan peralatan medis untuk mengobati berbagai penyakit yang marak kala itu di Surabaya, seperti penyakit kulit dan kelamin, juga ikut dipamerkan.

Menurut kurator museum, MT Agus, museum keliling ini bertujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat agar lebih mengetahui dengan masa sejarah perebutan Surabaya melalui perang 10 November.

"Kami bertujuan mengenalkan museum kepada masyarakat yang outputnya memberikan edukasi tentang apa yang ada di museum sehingga mereka akan datang dan mengajari sejarah," kata MT Agus, Minggu (17/9).

Saat ini koleksi real atau artefak maupun replikasi yang dimiliki Surabaya saat zaman sejarah, mencapai seribu lebih. "Tidak semua benda peninggalan sejarah seperti perang 10 November itu utuh, namun kami juga replikasi dengan merekonstruksi sejarah," ujarnya.

Barang sejarah yang ditampilkan di mall Ciputra World Surabaya, tidak semata menampilkan kesan pertempuran. Namun dibalik heroiknya arek-arek Suroboyo melawan Belanda ketika ada sisi humanisme yang menurutnya perlu disampaikan ke publik.

Mengingat konteks pertempuran saat ini dianggap kurang cocok. Lebih baik dengan komunikasi dengan baik.

"Karena dalam pertemuan tidak hanya yang ditonjolkan adalah tokoh pahlawan dengan peperangan saja. Tapi ada tokoh pahlawan yang berjuang dari sisi medis yang membantu korban pertempuran. Ini yang perlu kita sampaikan ke pengunjung bahwa perang itu sesuatu yang terjadi, namun untuk mencegah peperangan lebih baik dengan komunikasi dengan baik," papar MT Agus. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Museum Keliling #Museum 10 November Surabaya #Ciputra World Surabaya Mall