SURABAYA - Sebanyak 450 warga Kota Surabaya mendapat penghargaan karena telah mendonorkan darahnya lebih dari 50 kali. Penghargaan diberikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Graha Sawunggaling, Sabtu (16/9).
Penghargaan diberikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-78 Palang Merah Indonesia (PMI)
Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat yang telah sukarela mendonorkan darah secara rutin. Menurutnya, ratusan pendonor darah tersebut adalah para pahlawan kemanusiaan.
"Ini menunjukkan bahwa Pemkot Surabaya dalam membangun kemanusiaan tidak bisa sendiri. Sehingga dengan pendonor yang 50 kali tadi, saya yakin jiwa-jiwa kemanusiaan di Kota Surabaya ini tetap tumbuh," kata Cak Eri, sapaan karib Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, di Indonesia yang paling banyak melakukan donor darah 100 kali berasal dari Provinsi Jawa Timur. Sedangkan di Jatim sendiri yang paling banyak berasal dari Kota Surabaya.
"Jadi saya berharap, ayo munculkan terus terkait dengan jiwa-jiwa kemanusiaan di Kota Surabaya," ujarnya.
Di sisi lain, Cak Eri juga menyatakan, bahwa Pemkot Surabaya akan mensupport terus PMI dalam hal kemanusiaan di Kota Pahlawan. Apalagi, selama ini, Pemkot Surabaya terus bergerak dan bersinergi bersama dengan PMI dalam berbagai hal.
"Ada yang bantuan pemkot ke PMI sesuai dari permintaan PMI. Setelah itu kegiatan-kegiatan kita, berkolaborasi dengan PMI terkait dengan tenaga kesehatan maupun ambulance-nya," jelasnya.
Pun demikian dengan kegiatan-kegiatan yang digelar oleh PMI Kota Surabaya. Cak Eri menyebut bahwa selama ini Pemkot Surabaya juga mendukung penuh.
"Seperti kebutuhan PMI apapun itu yang disampaikan ke pemkot kita support. Karena Sekda (Sekretaris Daerah) juga Ketua PMI Kota Surabaya," katanya.
Ketua PMI Kota Surabaya, Ikhsan menambahkan penghargaan diberikan kepada 450 orang yang sudah melakukan donor darah lebih dari 50 kali.
Menurutnya, dari ratusan pendonor itu banyak di antaranya yang berusia masih muda.
"Saya pikir itu sudah berumur, sudah sepuh-sepuh, ternyata kemudian masih banyak yang muda-muda. Jadi kita tidak khawatir kehabisan para pendonor, karena dari yang muda-muda pun sudah mempunyai jiwa kemanusiaan yang tinggi, sehingga dari muda sudah melakukan donor darah," kata Ikhsan.
Selain itu, Ikhsan juga mengungkapkan, jumlah pendonor di Kota Surabaya ini menjadi salah satu yang tertinggi se-Indonesia.
Bahkan, jika dilihat dari statistik setiap tahun yang mendapatkan penghargaan tingkat nasional dari Presiden RI, banyak berasal dari Jawa Timur, termasuk dari Surabaya.
"Ini menunjukkan betapa jiwa gotong royong yang biasa dikumandangkan Pak Wali Kota setiap pertemuan dengan masyarakat, itu menggugah kita semua. Ini nampak nyata dari para PMI yang sudah bertahun-tahun istiqomah, secara konsisten untuk melakukan donor darah," tuturnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa