Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Harga Selalu Mahal Jelang Natal dan Tahun Baru, DKPP Kota Surabaya Ajak Tanam Cabai sejak Sekarang

Nofilawati Anisa • Sabtu, 16 September 2023 | 20:41 WIB
KREATIF: Pegawai DKPP Kota Surabaya bersama kelompok tani masyarakat menanam komoditi cabai dan sayuran di lahan bekas tanah kas desa (BTKD) di Warugunung, Surabaya.
KREATIF: Pegawai DKPP Kota Surabaya bersama kelompok tani masyarakat menanam komoditi cabai dan sayuran di lahan bekas tanah kas desa (BTKD) di Warugunung, Surabaya.

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya percaya diri menghalau inflasi. Upayanya dengan mengoptimalkan lahan menjadi taman cabai. Langkah ini dinilai mampu mengendalikan harga bapok komoditas.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mencanangkan program ini sejak awal 2023 lalu. Sejak itu, dia berhasil menyemai jutaan bibit cabai. Selain itu, ribuan bibit bawang merah. "Program itu efektif dan terus berlanjut," ujarnya, Jumat (15/9).

Dia menggandeng Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Kota Surabaya. Selain mencegah inflasi, langkah ini dinilai menyumbang ketersediaan komoditas pangan. Dengan penanaman komoditas cabai serentak. "Kami bersama kelompok tani urban farming dan para petani konvensional seluruh Surabaya," tuturnya.

Kegiatan itu pun menjadi upaya menjaga stabilitas harga pangan. Sehingga, Atiek menyiapkan pola tanam terhadap tanaman yang memiliki pengaruh dalam inflasi. Salah satu komoditas yang masih dipriotitas sekarang adalah cabai.

“Karena biasanya di bulan Desember menjelang Natal dan tahun baru, harga cabai naik karena musim penghujan," terangnya.

Atiek menyebutkan, cabai adalah salah satu komoditas penyumbang angka inflasi yang harganya cepat sekali naik-turunnya. Kali ini TPID Surabaya melalui DKPP melakukan penanaman serentak, di Kelurahan Waru Gunung, Kecamatan Karang Pilang. Dia mulai pembibitan cabai di lahan aset Bekas Tanah Kas Desa (BTKD). "Ada empat kelompok tani yang terlibat," jelasnya.

Dia cukup optimis kendati bukan daerah penghasil cabai. Upaya ini diharapkan menyumbang persediaan komoditas cabai. Sekaligus langkah penyederhanaan rantai distribusi di Kota Surabaya.

“Selama ini kita mengambil komoditi dari kabupaten atau kota lain, dengan harapan dengan penanaman cabai, minimal mengurangi kekurangan harga. Serta membantu menyumbang persediaan komoditas cabai. Mudah-mudahan ini bisa mempengaruhi dan paling tidak harganya tidak melonjak terlalu tinggi,” paparnya.

Atiek berharap langkah itu menjadi duplikasi di tingkat perkampungan. Dia mengaku siap untuk merealisasikan kampung yang melaksanakan bidang holtikultura itu. DKPP Kota Surabaya bakal membagikan bibit kepada warga yang mengembangkan konsep urban farming di lingkungannya.

“Kita juga membagikan bibit ke warga, selama ini RT/RW dan kelompok tani juga meminta bibit. Tapi karena untuk antisipasi inflasi, stok kita khususkan menyiapkan untuk penanaman. Kalau sudah di tanam semua, pembibitan jalan terus, masyarakat yang ingin melakukan penanaman bisa berkirim surat ke kita untuk kita bantu bibitnya,” imbuhnya. (hil/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#harga cabai #cabai mahal #dkpp surabaya #Natal dan Tahun Baru