SURABAYA - Satpol PP Kota Surabaya menertibkan belasan bangunan di Jalan Wonorejo Timur. Pasalnya, bangunan semipermanen tersebut berdiri di atas tanah aset pemkot.
Proses penertiban ini berjalan cukup ulet karena sudah dilakukan sejak 2020 silam lewat pemberitahuan langsung ke warga.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya M Fikser mengatakan, total 12 bangunan yang ditertibkan. Bangunan itu berdiri di atas tanah aset Pemkot Surabaya seluas 1,98 ribu meter persegi.
Pihaknya melaksanakan penertiban itu sejak Rabu (13/9) lalu. "Masih delapan bangunan yang sudah ditertibkan, sisanya minta waktu untuk pengosongan barang," ujar Fikser, Kamis (14/9).
Empat pemilik bangunan yang tersisa itu menyatakan bersedia untuk melakukan pengosongan hingga Jumat (15/9) ini.
Fikser bahkan ikut turun membantu proses pemindahan barang-barang mereka. Sekaligus mendata warga miskin yang tinggal di tempat itu.
"Kita siapkan ke Rusun Wonorejo ada tiga KK (kepala keluarga). Sementara yang lain menolak saat kita tawarkan," ungkapnya.
Mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Surabaya itu menjelaskan, mereka tiga kali mendapatkan surat pemberitahuan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Upaya persuasif itu bertahap sejak 2020. Surat pemberitahuan itu bentuk sosialisasi, sekaligus imbauan agar warga dapat membongkar sendiri bangunannya. "Kita lakukan penertiban dengan langkah humanis," tuturnya.
Dia menyebutkan, tanah itu tercatat dalam SIMBADA Nomor 12345678-0000-213420-1. Dengan diterbitkan Sertifikat Hak Pakai Nomor 00018/Kelurahan Wonorejo atas nama Pemkot Surabaya. Fikser menegaskan, aset Wonorejo Timur harus kembali ke Pemkot Surabaya.
"Belasan bangunan di sana berdiri tanpa ada ikatan hukum dengan pemkot atau tidak berizin," paparnya.
Rencananya tanah itu bakal beralih fungsi. Fikser mengungkapkan, aset itu dimanfaatkan Pemkot Surabaya untuk sentra wisata kuliner (SWK). Tujuannya untuk peningkatan ekonomi warga di Kelurahan Wonorejo.
"Kami pun lebih lentur tapi tegas. Ketika mereka minta waktu dengan alasan kita melihat manusiawi, kita berikan ruang itu. Tetapi kalau hari Sabtu (16/9) mereka tidak selesai, kita bongkar semua. Karena barang-barangnya pun juga sudah kita bantu pindahan," katanya. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto