SURABAYA - Uang merupakan alat pembayaran di negara manapun. Keberadaan uang pun setiap zaman tentu berubah-ubah. Bahkan keberadaan uang kuno dari mulai zaman kerajaan di Indonesia hingga dari berbagai negara pun dipamerkan di Surabaya Vintage Festival di Ciputra World Surabaya, Selasa (12/9).
Yang menarik, keberadaan mata uang pecahan 50 miliar mata uang Zimbabwe dan 500 juta mata uang Yugoslavia yang saat inflasi tahun 1993 juga terlihat. Bahkan, saat itu kedua negara sedang dilanda krisis moneter. Uang bernilai besar itu dihamburkan-hamburkan karena kekecewaan warga negara tersebut.
Menurut kolektor uang, Ibnu Soekarno, keberadaan mata uang dari belahan dunia sampai saat ini masih menyimpan nilai historis yang tinggi. Selain memamerkan uang koleksinya yang di dapat dari negara asal, Ibnu juga menjual koleksinya tersebut bervariasi.
"Sampai saat ini mata uang masih punya nilai yang tinggi, bahkan di dunia, semakin tua dan bernilai sejarah harganya sangat tunggi," kata Ibnu.
Dari koleksi Ibnu ada juga mata uang saat zaman kerajaan Sriwijaya berupa logam. Selain itu uang pra cetak dengan nilai 2 dolar yang dianggapnya sangat langka juga ada.
"Yang langka saat ini ya uang 2 dolar ini. Uang pracetak yang belum dipotong itu mempunyai sejarah panjang dan langka. Banyak diburu orang," ujarnya.
Ia juga memiliki uang 100 gulden yang nilainya juga tinggi. Ibnu mengaku koleksi uang dilakukan sejak masa SMA.
Sementara itu pameran barang kuno itu diselenggarakan dengan menampilkan berbagai macam dan jenis barang-barang masa lampau dimulai dari tahun 1200-an sampai tahun 1900-an. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto