Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Siswa yang Belum Dapat Sekolah Diharapkan Lapor RT-RW atau Dinas Pendidikan Surabaya

Rahmat Sudrajat • Selasa, 12 September 2023 | 22:59 WIB
BAKAL DICARIKAN: Usai penyelenggaraan PPDB terdapat lebih dari 4.000 siswa baik SD maupun SMP yang belum mendapatkan sekolah. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
BAKAL DICARIKAN: Usai penyelenggaraan PPDB terdapat lebih dari 4.000 siswa baik SD maupun SMP yang belum mendapatkan sekolah. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pasca Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Surabaya beberapa waktu lalu, terdapat 4.628 siswa baik SD maupun SMP yang belum mendapatkan sekolah. Namun seiring berjalannya waktu jumlah tersebut berangsur turun, lantaran sekolah swasta sudah menutup pendaftaran.

Oleh karena itu, anggota Komisi D DPRD Surabaya, Tjutjuk Supariyono meminta warga Surabaya yang belum mendapatkan sekolah agar segera melapor ke RT, RW maupun Pemkot Surabaya dalam hal ini Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya agar segera mendapatkan sekolah.

"Jangan sampai ada anak-anak di Surabaya putus sekolah pasca PPDB ini. Nanti Dispendik akan segera mencarikan sekolah agar anak-anak mendapatkan haknya dalam belajar," kata Tjutjuk, Senin (11/9).

Pihaknya juga telah meminta DP3APPKB, yang menaungi perlindungan anak turut membantu Dispendik dalam mendata siswa yang belum dapat sekolah hingga saat ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ribuan siswa yang belum sekolah salah satunya faktor ekonomi, mengingat biaya pendidikan di swasta yang mahal. "Orang tua siswa juga belum mendapat informsi Dispendik bekerja sama dengan Baznas untuk membantu siswa-siswa gamis maupun pra gamis untuk sekolah," jelasnya.

Dari total 4.628 siswa yang belum mendapatkan sekolah, ia mengaku saat ini jauh berkurang, namun masih mencapai 3.000 siswa yang masih belum sekolah. Selain dari keluarga miskin (gamis) mereka juga ada yang melanjutkan sekolah ke luar kota Surabaya.

"Ada yang di pesantren ada yang di luar kota karena kedinasan orang tua dan sebagainya. Infonya saat ini sudah berkurang dari 3.000 siswa," ujar Tjutjuk.

Sementara itu, Kadispendik Surabaya Yusuf Masruh mengaku banyaknya kejadian siswa gamis yang tidak bisa sekolah swasta, ia meminta untuk segera melapor ke Dispendik agar ditindaklanjuti. "Kalau ada kendala dan mis komunikasi bisa ke dinas nanti kita fasilitasi," ujarnya.

Terkait jumlah siswa yang belum mendapatkan sekolah sampai saat ini pihaknya akan terus mendata. "Belum ada data reel kami akan terus data," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#sekolah ditutup #Pendaftaran Sekolah Swasta #siswa tidak mampu #dprd surabaya #PPDB Surabaya