SURABAYA - Kapolsek Simokerto Kompol Achmad Rakhmatullah Dwi Nugroho SH. SIK., bernasib apes. Kapolsek muda ini dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Ini buntut dari tewasnya AM, pelaku pencurian motor yang ditangani Polsek Simokerto.
AM warga Jalan Arimbi, Surabaya, meninggal dunia di rumah sakit usai dihajar massa karena tepergok dan ditangkap saat mencuri motor di kawasan Kebondalem, Sidodadi, Simokerto.
Akibat kejadian ini, Kapolsek Simokerto Kompol AR Dwi Nugroho harus dinonaktifkan dalam rangka penyelidikan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Timur.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, sesuai arahan Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, untuk sementara waktu, Kapolsek Simokerto Kompol Dwi Nugroho dinonaktifkan untuk mencari kebenaran dari peristiwa kematian pelaku curanmor tersebut.
"Iya, sesuai arahan Bapak Kapolda Jatim bahwa Kapolsek Simokerto dinonaktifkan dulu untuk mempermudah proses penyelidikan oleh Bidpropam Polda Jatim," ungkapnya, Jumat (8/9).
Dirmanto melanjutkan, penonaktifkan itu juga untuk menjaga netralitas serta agar tidak ada intervensi dari pihak mana pun.
Ia menyebut, kasus ini bermula saat AM kepergok warga karena melakukan aksi curanmor, Selasa (5/9). Pelaku dimassa warga di Jalan Kebondalem yang masuk wilayah hukum Polsek Simokerto.
Selepas dikeroyok warga, pelaku baru diserahkan ke Polsek Simokerto. Hingga akhirnya, pelaku menjalani pemeriksaan di Polsek Simokerto. Namun ketika diperiksa petugas, tampak wajah AM pucat dan mengalami sesak napas.
Penyidik akhirnya segera membawa yang bersangkutan ke rumah sakit. Namun saat mendapat penanganan medis, AM tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. "Hasil pemeriksaan dokter, kondisi perut AM kosong. Diduga ia syok saat dihajar massa hingga menyebabkan sesak napas," ucapnya. (gun/rek/jay)
Editor : Jay Wijayanto