SURABAYA - Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 telah berlalu, namun perayaannya masih terus dilakukan hingga sekarang. Selain diisi dengan berbagai lomba, masyarakat biasanya juga melaksanakan karnaval pasca tanggal 17 Agustus. Ternyata karnaval ini sudah ada sejak dulu dan termasuk tradisi lama orang Jawa kuno.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, tradisi karnaval ini dulunya sama dengan tradisi kirab. Ini sama dengan karnaval sebagai wujud masyarakat dulu berucap syukur dan merayakan sesuatu.
"Namun kalau kirab zaman dulu lebih kuat ke ritual budaya. Sementara karnaval ini sedikit banyak ada penyesuaian dengan budaya saat kolonial," katanya.
Pada masa kolonial, mulai ada kegiatan parade, defile, dan karnaval ini untuk memperingati hari-hari tertentu. Ini yang akhirnya mendasari karnaval-karnaval di Surabaya. Bahkan di era sekarang ini, karnaval tidak hanya sekadar jalan defile saja. Melainkan juga ada adu kreativitas antar peserta dan dinilai oleh juri.
"Sekarang ini karnaval semakin menghibur dengan berbagai pakaian unik atau atraksi yang membuat penonton serta juri terhibur," ujarnya. (gun/nur)
Editor : Jay Wijayanto