Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PIHAT UPN VETERAN JATIM: Kelompok Tani Kelurahan Ujung Dukung Urban Farming di Surabaya

Lainin Nadziroh • Sabtu, 2 September 2023 | 01:50 WIB
Mitra Kolat Ko-Armada II beserta dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim. (ISTIMEWA)
Mitra Kolat Ko-Armada II beserta dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Di kawasan perkotaan, urban farming merupakan salah satu pilihan terbaik dalam upaya mendukung ketahanan pangan lokal. Sebab, di kawasan perkotaan, lahan untuk pertanian dan peternakan relative sempit dan terbatas.

Hal itu pula yang membuat mahasiswa dan dosen UPN ‘Veteran’ Jawa Timur memberikan pendampingan lewat Program Penerapan Hasil Penelitian bagi Masyarakat (PIHAT) 2023, di Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya.

PIHAT yang sumber dananya berasal dari internal institusi ini bertema “Peningkatan Produktivitas Hortikultura pada Kelompok Tani Ratu Asri Kolat Surabaya melalui Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Bahan Baku Pupuk Kompos”.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 bulan, dimulai bulan Juni hingga November 2023,” kata Ketua Tim Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur , Dr. Ir. Endang Yektiningsih, MP, dari Prodi Agribisnis.

Untuk mengerjakan program ini, Endang mengerjakannya dengan dosen lainnya yakni Ir. Siswanto, MT. dari Prodi Agroteknologi. Selain tim dosen, juga dibantu beberapa mahasiswa Agribisnis UPN “Veteran” Jawa Timur, yaitu Ellecia Pricillia Siahaan, Vienes Queen Tsamara, Ahmad Yudha Adytama, Fariz Fahrezi Taufik dan Denlora Nor Muhammad.

Menurut Endang, dalam kegiatan ini banyak hal yang dilakukan. Di antaranya sosialisasi kepada kelompok tani, penyuluhan dan pelatihan, diskusi dan evaluasi. Untuk materi pelatihan terdiri dari teknik pembuatan pupuk kompos, fermentasi, aplikasi pada tanaman dan pengukuran peningkatan produktivitas.

Proses pencacahan sampah organik. (ISTIMEWA)
Proses pencacahan sampah organik. (ISTIMEWA)

Sebelum kegiatan dilaksanakan, Kelompok Tani Ratu Asri telah membudidayakan beberapa jenis tanaman hortikutura, beternak kambing, itik, ayam dan entog. Produksinya masih dikonsumsi sendiri, belum ditingkatkan menjadi bisnis.

Sehingga dengan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan akan dapat meningkatkan produksi dan berpotensi menghasilkan keuntungan. Realisasi kegiatan ini didukung pula oleh kerjasama dalam penyediaan sarana dan prasarana dari kedua belah pihak.

Untuk Kelompok Tani menyediakan lokasi, irigasi, sampah organik, dan beberapa peralatan. Sedangkan dari tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat menyediakan mesin pencacah sampah organik, drum-drum pengomposan dan fermentasi, pengaduk, bahan-bahan pembuatan pupuk organik, terpal, pengujian laboratorium, dan sebagainya.

Kelompok tani yang diketuai oleh Kpt Laut (T) I Gede Sedana ini berada di bawah tanggungjawab Kolat Komando Armada II bersama 11 kelompok tani lainnya.

Selama ini, kotoran ternak dan sampah organik yang berasal dari tanam-tanaman belum dimanfaatkan. Untuk kebutuhan benih, pupuk dan lain-lain, masih berasal dari subsisi Pemerintah Kota Surabaya dan pembelian oleh Kelompok tani sendiri. “Nah, kita mengajari pembuatan pupuk organik ini. Sehingga, diharapkan dapat mengurangi pengeluaran kelompok,” terangnya.

Hingga saat ini masih dilakukan monitoring terhadap hasil pembuatan pupuk organik, hasil aplikasi pada tanaman sayuran, dan perubahan kinerja kelompok tani. Untuk mengolah sampah, sampah daun basah dicacah menggunakan mesin pencacah dan sampah kering perlu direndam agar lembab.

Setelah dilakukan pencampuran dengan beberapa bahan tambahan, perlu dilakukan fermentasi selama 15-20 hari. Pupuk yg sudah jadi kemudian diaplikasikan pada tanaman, dalam hal ini dipilih tanaman sawi dan kangkung yang umurnya hanya sekitar 28 hari.
Hasilnya akan dibandingkan dengan yang dibudidayakan tanpa tambahan pupuk kompos yang telah dibuat, terutama dari berat panennya.

Perawatan tanaman hingga masa panen dilakukan oleh anggota kelompok tani dengan tetap dimonitor oleh tim pelaksana pengabdian masyarakat. Diharapkan kegiatan ini akan berlanjut baik berbentuk pengabdian kepada masyarakat maupun sebagai media penelitian dosen dan mahasiswa. (nin/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kelompok tani #urban farming #upn veteran jatim #PIHAT