SURABAYA - Bumiharjo merupakan salah satu kampung kuno di Surabaya yang berada di Selatan Kota Surabaya. Dahulu kampung ini bernama Panjunan yang letaknya memang berada tidak jauh dari Kali Surabaya (Kali Wonokromo).
Pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan mengatakan, di abad 19, tepatnya di masa kolonial, kampung ini sudah tercatat dalam peta wilayah Surabaya. Pada tahun 1860-an, kampung ini agak mengalami pergeseran.
"Karena perusahaan Kereta Api swasta Hindia Belanda bernama Oost-Java Stoomtram Maatshappij (OJS) mendirikan depo serta stasiun di kawasan itu," kata Wawan, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Wawan menjelaskan, di pengujung awal abad 20 kampung Panjunan yang merupakan cikal bakal kampung Bumiharjo masih ada.
Namun pada sekitar tahun 1920, saat Kebun Binatang Surabaya (KBS) dibangun di sana, penduduk kampung ini mulai dipindah ke utara yang diduga berada di sekitar Pandegiling.
Kini sisa-sisa kampung Panjunan hanya berupa Punden yang letaknya berada di sisi selatan Kebun Binatang Surabaya. "Setiap tahun di Punden ini diselenggarakan ritual sedekah bumi dengan menggelar wayang kulit, tumpengan dan doa bersama," ujarnya.
Lalu Bumiharjo sendiri dihuni oleh para pendatang. Sejak tahun 1960-an sudah mulai banyak penduduk yang datang di sana. "Tahun 1960-an para pendatang atau penduduk mulai masuk dan padat di tahun 1980-an," tuturnya. (jar/nur)
Editor : Jay Wijayanto