SURABAYA - Ratusan pedagang Pasar Tempurejo, Surabaya, sudah lama resah karena bakal digusur. Mereka pun mengadu kepada Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Armudji. Wawali yang juga politisi senior itu akhirnya turun langsung menemui para pedagang di Pasar Tempurejo, Surabaya.
Wawali Armudji saat tiba di lokasi diterima langsung oleh Ketua Himpunan Pedagang Pasar Tempurejo Eko Harianto. Pada kesempatan itu, Armudji menjelaskan status kepemilikan pasar itu. Dia juga mendengarkan masukan dari warga pasar.
“Pasar Tempurejo ini bukan milik Pemkot Surabaya tapi milik swasta yang ditempati para pedagang dengan sistem sewa,” ucapnya.
Cak Ji, sapaan akrab Wawali Armudji, mengaku sudah mendengarkan keluhan pedagang. Termasuk permintaan waktu yang lebih lama guna pengosongan stan.
“Pada dasarnya sudah terjawab dengan surat tanggapan dari PT Babatan Kusuma Jaya yang telah memberikan waktu yang cukup sampai dengan 30 Desember 2023,” terangnya.
Selanjutnya, Pemkot Surabaya meminta Lurah Dukuh Sutorejo untuk mencarikan lahan relokasi untuk para pedagang Pasar Tempurejo. Dengan demikian, para pedagang bisa melangsungkan usahanya. Waktu empat bulan hingga akhir tahun nanti dianggap cukup untuk mencari jalan keluar terbaik.
“Bagaimanapun juga kita ingin agar roda perekonomian tetap bergerak dan kegiatan jual beli tetap berjalan seperti biasa,” kata Cak Ji. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto