Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral, Dua Bandit Rampas Motor Tiga Siswa SMP yang Hendak Belajar Kelompok di Kertajaya

Guntur Irianto • Rabu, 23 Agustus 2023 | 18:40 WIB
TEREKAM: Tangkapan layar tiga siswa SMP dibegal di kawasan Kertajaya. (ISTIMEWA)
TEREKAM: Tangkapan layar tiga siswa SMP dibegal di kawasan Kertajaya. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Dua bandit merampas motor yang dikendarai tiga pelajar SMP di kawasan Jalan Kertajaya, Surabaya. Korban berinisial MI, 14; RM, 14; dan MA, 14, saat itu hendak belajar kelompok di rumah RM.

Sebelumnya tiga siswa sekolah menengah pertama (SMP) itu berbelanja kebutuhan prakarya yang akan dikerjakan bersama. Nah, di tengah perjalanan, motor yang dikendarai mereka dihentikan paksa oleh dua orang dewasa mengendarai motor Honda Vario.

Kedua pria tersebut menuduh salah satu dari ketiga bocah SMP itu pernah menyerempet adiknya. Ketiga bocah itu ketakutan karena dibentak-bentak dan dituduh macam-macam.
Tak pelak, mereka menuruti permintaan kedua pelaku. Akhirnya, sepeda motor itu pun dibawa lari.

Bintang, kakak korban RM, mengatakan, motor adik dan kedua temannya dihentikan paksa oleh kedua pelaku saat melintas di Jalan Kertajaya, Gang 4. Para pelaku menggunakan modus bahwa ketiga remaja itu pernah menyerempet adik pelaku. Kemudian salah seorang pelaku membonceng dua orang korban ke suatu tempat, dengan dalih dimintai pertanggungjawaban.

Namun, para korban diturunkan di suatu tempat kawasan Jalan Nias. Motor korban dibawa kabur oleh para pelaku dan tak kunjung kembali. "Adik saya mau kerja kelompok. Terus disuruh ikut dengan dalih korban sudah menyerempet adik pelaku. Sepeda motor diambil di Jalan Nias," kata Bintang.

Menurut dia, para pelaku berboncengan motor Honda Vario warna putih. Seorang pelaku diperkirakan berusia 30-an tahun, sedangkan pelaku lainnya berusia 40-an tahun. Bintang berharap, para pelaku dapat segera ditangkap, sehingga tidak menimbulkan meresahkan masyarakat.

Apalagi, akibat perampasan tersebut, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Seharga motor Honda Scoopy bernopol L 3921 ZP yang masih baru.

Tak hanya itu. Akibat insiden pembegalan tersebut, lanjut Bintang, adiknya masih mengalami syok dan trauma. "Pelaku memakai motor Vario merah. Status motor adik saya sudah lunas. Adik saya menangis dan temannya juga panik," katanya. (gun/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#kriminal surabaya #Kertajaya #pelaku begal #kasus begal #begal Surabaya