Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dampak Musim Kemarau, Harga Sayuran di Surabaya Mulai Merangkak Naik

Rahmat Sudrajat • Rabu, 23 Agustus 2023 | 00:00 WIB
NAIK LAGI: Pedagang di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya, saat  melayani pembeli, Senin (21/8). (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
NAIK LAGI: Pedagang di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya, saat melayani pembeli, Senin (21/8). (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di tanah air berdampak pada meningkatnya harga bahan pokok (bapok) seperti sayur mayur di pasaran. Di Pasar Tradisional Dukuh Kupang, Surabaya, harga sudah naik sejak pekan lalu.

"Wortel sebelumnya Rp 10 ribu menjadi Rp 16 ribu per kilogram. Kentang juga naik dari Rp 13 ribu jadi Rp 22 ribu," ujar salah satu pedagang sayur di Pasar Dukuh Kupang Surabaya, Anidatul, Selasa (22/8).

Selain sayur, ia juga menyebut harga bumbu dapur seperti bawang putih dan cabai juga naik. Bawang putih sebelumnya Rp 28 ribu jadi Rp 37 ribu per kilogram. Cabai besar juga naik. Dari Rp 25 ribu jadi Rp 35 ribu.

Kenaikan harga sayuran dan bumbu dapur, menurut Ani, sebagai dampak kekeringan yang terjadi. Sehingga petani gagal panen dan pasokan ke pedagang berkurang. "Mulai pekan lalu sudah naik, dan stoknya juga berkurang," ungkap Anidatul.

Ia berharap pemerintah bisa memberikan intervensi atas naiknya harga kebutuhan pokok seperti sayuran dan bumbu dapur agar penjualan bisa kembali normal. "Ya, harapannya bisa normal kembali," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Dewi Soeriyawati mengatakan, secara umum ketersediaan dan harga sayuran dan bumbu dapur di Surabaya relatif stabil meski ada kenaikan harga ketimbang dengan daerah lain. Harga cabai di Surabaya berkisar antara Rp 36 ribu per kilogram.

Sedangkan beberapa daerah lain seperti Lamongan, Gresik, Pasuruan, dan Malang sudah di atas Rp 43 ribu. "Kalau harga memang naik karena itu terjadi di hampir semua kota dan kabupaten di Indonesia. Tapi, di Surabaya masih stabil dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur," terang Dewi.

Meski demikian, pihaknya mengoptimalkan kerja sama dengan daerah penghasil sayur dan bumbu dapur untuk menyuplai kebutuhan di Surabaya melalui pasar induk. "Saat ini sudah berjalan. Kami menginformasikan daerah penghasil ke pasar induk," pungkasnya. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#harga sayur #Dinkopdag Surabaya #Musim Kemarau