SURABAYA - Rumah susun sederhana milik (rusunami) di Surabaya segera terwujud. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya akan peletakan batu pertama untuk di kawasan Surabaya Timur.
Menurut Kepala DPRKPP Surabaya Irvan Wahyudrajad, untuk pembangunan Rusunami di Surabaya Timur dilakukan pihak ketiga, yakni PT YKP. Bahkan pihaknya sudah menginformasikan kepada penghuni rusunawa yang telah lulus dari keluarga miskin (gamis) dan kini telah keluar dari rusunawa.
"Jadi yang dibangun oleh PT YKP untuk penghuni rusunawa yang sudah lulus dan bisa menempati rusun tersebut nantinya," kata Irvan, Senin (21/8).
Ia menjelaskan, konsepnya nanti tiga lantai. Rusunami dengan sertifikat kepemilikan bangunan gedung (SKBG) yang merupakan bukti kepemilikan bangunan yang sah dan dilindungi undang-undang. Sama seperti bukti kepemilikan berupa sertifikat hak mlik satuan rumah susun (SHMSRS).
"Bahkan bisa juga dijadikan sebagai jaminan di perbankan. Bedanya, pemilik SKBG tidak mempunyai hak atas tanah bersama," terangnya.
Sedangkan untuk pembangunan rusunami dengan Kementerian PUPR nantinya akan berpola atau sistem SKBG seperti HGB diatas HPL. "Mungkin kita mengandeng private sektor, swasta untuk investasi," terangnya.
Sedangkan untuk pembangunan yang dikerjakan Kementerian PUPR menurutnya akan berlangsung di tahun 2024. Bangunan itu nantinya 20 lantai. Sedangkan lokasi yang akan digunakan di Tambakwedi.
"Kemarin sudah ada real demand suplay berikut market asesmen. Jadi sesuai timeline sampai 2024 sudah bisa dilakukan lelang pengerjaan," ungkap Irvan.
Sedangkan untuk skema pembayaran rusunami dengan jangka panjang dan angsuran murah. Ini diharapkan supaya warga Surabaya bisa memiliki rumah layak huni sesuai dengan kemampuan mereka.
"Jadi misal SKBG-nya sampai 60 tahun, dia (warga) nyicilnya mungkin 30 tahun. Mungkin kalau Rp 500 ribu per bulan itu bisa mampu mereka," kata Irvan.
Pembangunan Rusunami tersebut bakal memanfaatkan lahan aset milik Pemkot Surabaya. "Ada di Tambak Wedi, Menanggal, Kedung Cowek, Bulak Banteng, Gunung Anyar dan Medokan Ayu," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto