Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kuliner Kemerdekaan, Nasi Goreng Bambu 17 Meter Dimakan Ramai-Ramai

Hildan Sepka • Jumat, 18 Agustus 2023 | 21:45 WIB
MENGGUGAH SELERA: Nasi goreng yang dibakar dan disajikan dalam bilah bambu ini memiliki panjang total 17 meter. (HILDAN SEPKA ADITYA/RADAR SURABAYA)
MENGGUGAH SELERA: Nasi goreng yang dibakar dan disajikan dalam bilah bambu ini memiliki panjang total 17 meter. (HILDAN SEPKA ADITYA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Semarak momentum kemerdekaan bergelora. Beragam cara dilakukan untuk memperingati hari sakral itu. Salah satunya adalah menciptakan mahakarya hidangan nasi goreng bambu runcing yang penuh makna.

Randy Unggul selaku Eksekutif Chef salah satu hotel di kawasan Dukuh Pakis ini menciptakan menu spesial kemerdekaan. Namanya adalah Nasi Goreng Bambu Runcing. Menu ini sebagai simbol perjuangan dalam mengusir penjajah di masa lalu. "Ini pertama kali di Surabaya," ujarnya, Kamis (17/8).

Dia menyebutnya sebagai mahakarya. Karena hidangan itu cukup menguras tenaganya. Keunikannya adalah panjang nasi goreng bambu itu 17 meter. "Angka itu berarti tanggal kemerdekaan Republik Indonesia," ucapnya.

Randy memperhitungkan bahan-bahannya. Dia pun menyiratkan simbol hari kemerdekaan dalam hidangan besar itu. Komposisinya terdiri dari 8 kilogram daging ayam, 19 kilogram telur, dan 45 kilogram beras. "Secara keseluruhan tepat tanggal 17 bulan 8 tahun 1945," katanya.

Persiapannya memerlukan dua pekan. Selama itu, dia bersama timnya berupaya menemukan formula penyajian yang tepat. Karena pekerjaannya membuat nasi goreng bambu runcing 17 meter cukup menantang.

"Kami trial and error selama itu. Awalnya mencoba satu bilah bambu yang utuh, tapi tidak memungkinkan karena ujungnya semakin mengecil. Jadi tidak muat untuk bahan sebanyak itu," paparnya.

Pria asli Malang itu menemukan metode yang tepat. Yaitu, menempatkan nasi goreng pada tiap satu meter bambu. Sehingga totalnya 17 bilah bambu yang kemudian disusun memanjang. "Komposisi telur sebanyak itu pun terlalu banyak. Opsinya kami ambil sebagian untuk taburan di atas nasi goreng itu," imbuhnya.

Dia mengategorikan hidangannya itu sebagai nasi goreng Jawa. Karakternya cukup kompleks, karena menawarkan kombinasi yang lengkap. "Karakter rasanya pedas, manis, gurih, dan asin itu nge-blend," tutur Randy.

Ide untuk menentukan menu itu cukup unik. Justru mulanya, dia menentukan unsur hidangan dengan cara dibakar. Karena Randy memiliki menu andalan dengan metode pembakaran dan terinspirasi dari bartendernya.

"Akhirnya diputuskan nasi goreng bambu runcing yang lebih kuat sebagai simbol perjuangan arek-arek Suroboyo pada masanya," urainya.

Proses memasaknya pun cukup memakan waktu. Dia menegaskan, nasi gorengnya itu tanpa metode pembakaran. Prosesi membakar kain putih yang membentang itu sebagai simbol semangat perjuangan dan membuatnya terharu.

"Tidak ada proses bakar dan semuanya dimasak seperti biasa. Sengaja dibuat karena tujuannya menambah semangat tim. Selain itu, supaya bisa menjadi pengingat kita semua tentang perjuangan bangsa di masa lalu dan menghargai jasa para pahlawan," imbuh Randy. (hil/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#nasi goreng bambu runcing #nasi goreng 17 meter #kuliner kemerdekaan #dirgahayu indonesia