Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

HUT Ke-78 Kemerdekaan RI Jadi Momentum Surabaya Menuju Zero Stunting

Rahmat Sudrajat • Kamis, 17 Agustus 2023 | 19:20 WIB
SAYANG ANAK: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua TTP-PKK Surabaya Rini Indriyani memberi perhatian khusus kepada anak-anak balita dan orang tua hebat. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SAYANG ANAK: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua TTP-PKK Surabaya Rini Indriyani memberi perhatian khusus kepada anak-anak balita dan orang tua hebat. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pemkot Surabaya terus berupaya mewujudkan Surabaya Zero Stunting di tahun 2023 ini. Perayaan HUT ke-78 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menggeber lagi penanganan stunting, gizi buruk, hingga angka kematian ibu dan bayi.

“INSYA Allah bulan Agustus, karena 17 Agustus adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Maka, kita juga harus merdeka dari stunting, kemiskinan, angka kematian ibu dan anak bisa terwujud di Surabaya,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rabu (16/8).

Tahun 2021 kasus stunting di Kota Surabaya menurun 28,9 persen (6.772 balita). Kemudian tahun 2022 turun lagi menjadi 4,8 persen (923 balita). Surabaya pun tercatat sebagai kota yang terendah kasus stunting-nya di Indonesia. Saat ini angka stunting di Kota Surabaya tersisa 583 balita.

“Sama dengan angka kematian ibu dan anak di Kota Surabaya, dalam hal pencegahan kita terbaik kedua di Jawa Timur. Padahal, sebelumnya kita yang tertinggi. Karena apa? Sinergi dengan semua stake holder," terang Cak Eri.

Pemkot Surabaya menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga untuk menangani stunting di Surabaya. Dekan FK Unair Prof Budi Santoso mengatakan, beberapa program kerja sama dengan Pemkot Surabaya sudah berjalan.

PERHATIAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua TTP-PKK Surabaya Rini Indriyani menyapa anak balita dan orang tua hebat. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
PERHATIAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua TTP-PKK Surabaya Rini Indriyani menyapa anak balita dan orang tua hebat. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Di antaranya, penanganan angka kematian ibu (AKI) yang sudah dijalankan di enam puskesmas. Di antaranya, Puskesmas Ngagel, Pucang, Mulyorejo, Tenggilis Mejoyo.

Rencananya, program penanganan AKI di Kota Surabaya akan lebih diperluas lagi. Budi mengatakan, 315 mahasiswa FK dilibatkan dalam pencegahan AKI. Agar maksimal, ke depannya FK Unair juga akan menggelar pelatihan untuk mahasiswa kedokteran dari berbagai universitas di Kota Surabaya.

“Sebenarnya sudah digerakkan oleh Pak Wali setahun atau dua tahun lalu, melibatkan fakultas-fakultas kedokteran, namun berjalan sendiri-sendiri. Mungkin kita akan melakukan suatu pelatihan untuk mahasiswa FK Unair, Ubaya, Unusa, UMS, dan sebagainya. Jadi, materi yang dibawakan oleh mahasiswa saat pendampingan itu sama,” katanya.

Menurut dia, para mahasiswa kedokteran itu akan mendampingi ibu hamil hingga proses melahirkan. Tujuannya, agar kondisi kesehatan ibu dan anak dapat terkontrol dan terekam. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#gizi buruk #HUT RI 2023 #pemkot surabaya #zero stunting #stunting