SURABAYA - Sebagai kota yang cukup maju dan perdagangan yang pesat, sudah sejak dulu banyak industri berdiri di kota Surabaya. Salah satunya eks pabrik beras Ketintang yang menjadi salah satu bukti berkembangnya industri di Surabaya. Namun sayangnya awal tahun 2000-an pabrik penyelepan padi itu dirobohkan.
Pegiat Sejarah Surabaya, Nur Setiawan mengatakan, pabrik penyelepan padi di Ketintang sudah ada sejak akhir abad 19. Area pabrik cukup luas dan strategis, karena berada tak jauh dari kali Surabaya dan stasiun Wonokromo. Bahan baku berupa padi didatangkan dari wilayah karesidenan Surabaya yang meliputi Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang.
"Kala itu pabrik penyelepan padi di Ketintang sudah menggunakan mesin-mesin selep kuno berukuran besar. Konon per harinya pabrik tersebut bisa menghasilkan berton-ton beras," kata Wawan, sapaan akrabnya.
Wawan menuturkan, dari hasil beras produksi pabrik penyelepan padi di Ketintang dijual dan didistribusikan ke beberapa wilayah di pulau Jawa dan bahkan dikirim juga keluar pulau Jawa. “Untuk pekerja atau buruh pabrik penyelepan padi rata-rata adalah warga lokal dan sebagian berasal dari luar Surabaya,” imbuhnya.
Menurutnya, pabrik padi ini hanya beroperasi sampai tahun 1960-an dan tutup tanpa sebab yang jelas. Sehingga selama tutup eks pabrik penyelepan padi di Ketintang dijadikan gudang dan dibiarkan mangkrak. Namun awal tahun 2000-an pabrik itu dirobohkan dan bekas lahan tersebut didirikan perumahan. "Jadi eks pabrik penyelepan padi Ketintang sudah dijadikan perumahan," pungkasnya. (jar/nur)
Editor : Jay Wijayanto