Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Keberadaan 2 Patung Airlangga Garuda Mukti di Perempatan Kertajaya Penanda Keberadaan Kampus Unair

Fajar Yuliyanto • Jumat, 11 Agustus 2023 | 23:01 WIB
PENANDA: Patung berbentuk patung Garuda Mukti yang ada di perempatan Kertajaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
PENANDA: Patung berbentuk patung Garuda Mukti yang ada di perempatan Kertajaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Saat melintasi kawasan Kertajaya, khususnya di lampu merah perempatan Kertajaya tentu tidak asing dengan adanya patung Airlangga. Patung Airlangga tersebut berbentuk patung Garuda Mukti.

Patung Airlangga sendiri berjumlah dua buah patung yang saling berhadapan terpisah oleh jalan-perempatan. Satu patung garuda mukti menghadap ke arah barat dan satunya lagi menghadap ke arah timur.

Pegiat Sejarah Klasik, TP Wijoyo mengatakan, patung tersebut terinspirasi dari arca Garuda Wisnu yang pernah ditemukan di situs Mojokerto yang sekarang disimpan di museum Trowulan.

Wijoyo menuturkan, patung tersebut dibuat diletakkan di sana bukan tanpa alasan, salah satunya karena di dekat tempat itu terdapat perguruan tinggi yang juga memakai nama Airlangga, yakni Universitas Airlangga (Unair), yang juga memakai lambang Wisnu yang sedang menaiki Garuda.

Jadi sebenarnya konsep metodologi dari aliran pemuja Wisnu. Karena Airlangga itu pemuja Wisnu. Makanya sekitar Kertajaya sampai Dharmawangsa pasti memakai konsep itu.

"Sebenarnya terinspirasi kepada simbol metodologi Wisnu yang sedang naik Garuda. Karena tunggangannya Wisnu adalah Garuda dan Syifa tunggangannya Lembu atau Nandi," kata Wijoyo dari komunitas Begandring Soerabaia ini.

Menurutnya, dalam kisah-kisah Ramayana ada Garuda yang menyelamatkan Sinta dan Rahwana. "Jadi sosok Garuda ini adalah termasuk hewan setia dan rela berkorban. Makanya lambang negera kita memakai burung Garuda," terangnya.

Lebih lanjut, Wijoyo menjelaskan, untuk bangunan patungnya, kemungkinan baru dibuat di tahun 1980 sampai 1990-an. "Namun untuk arca yang asli ada di Trowulan Mojokerto," jelasnya.

Untuk nama Airlangga sendiri adalah Raja Kahuripan yang banyak mengeluarkan prasasti di Jawa Timur pada sekitar abad 11 sampai 12. (jar/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#Airlangga #pegiat sejarah #Kertajaya #Pegiat Sejarah Surabaya