SURABAYA - Kabar duka bagi umat Katolik di Keuskupan Surabaya. Uskup Surabaya Monsinyur Vincentius Sutikno Wisaksono telah meninggal dunia pada pukul 10.29 WIB di ICU RKZ Surabaya, Kamis (10/8/2023. Uskup kelahiran Tanjung Perak, Surabaya, itu tutup usia pada 70 tahun.
"Mari kita berdoa bagi kedamaian abadi jiwa beliau oleh karena belas kasih-Nya. Pengumuman tentang hal-hal selanjutnya akan disampaikan secara resmi oleh pihak Keuskupan Surabaya," kata Sekretaris Keuskupan Surabaya RD Paulus Febrianto.
Romo Febrianto tidak menjelaskan secara detail riwayat kesehatan Uskup Sutikno. Namun, anak kedua dari tiga bersaudara dari pasutri Stephanus Oei Kok Tjia (Widiatmo Wisaksono) dan Ursula Mady Kwa Siok Nio (Madijanti Wisaksono) itu telah beberapa kali masuk ke rumah sakit.
Ketika pandemi Covid-19 merajalela, Mgr Sutikno termasuk salah satu uskup di Indonesia yang terkena dan harus dirawat di RKZ pada 6-18 Januari 2021. Akhir tahun 2021, Mgr Sutikno kembali dirawat di RKZ Surabaya.
Kabar yang beredar saat itu adalah beliau dalam kondisi kriitis karena kanker prostat. Uskup Sutikno sempat menerima Sakramen Minyak Suci. Oei Tik Hauw, nama kecil Uskup Sutikno, disebut-sebut paling gampang sakit ketimbang dua saudaranya.
Monsinyur Sutikno Wisaksono ditahbiskan pada 29 Juni 2007 di Lapangan Kodikal, Bumimoro, Surabaya. Ia menggantikan Mgr Johanes Hadiwikarta yang berpulang pada 13 Desember 2023. Romo Vincentius Sutikno Wisaksono yang saat itu masih studi di Filipina ternyata dipercaya Paus Benediktus XVI untuk mengisi takhta Keuskupan Surabaya yang sempat lowong selama empat tahun.
Selama 16 tahun menduduki takhta Keuskupan Surabaya, Uskup Sutikno melakukan berbagai kebijakan. Boleh dikata cukup drastis. Salah satunya adalah menarik semua imam projo Keuskupan Surabaya dari Seminari Tinggi Inter Diosesan di Malang.
Setelah itu Uskup Sutikno didirikan Seminari Tinggi Providentia Dei pun kini berdiri megah di kawasan Pakuwon City, Sukolilo, Surabaya. Sudah banyak imam atau romo yang dihasilkan seminari itu.
"Monsinyur Sutikno orangnya tegas dan berprinsip. Tapi orangnya juga sangat baik," kata mantan Ketua PMKRI Surabaya Kanisius Karyadi, yang juga penulis biografi Uskup Sutikno. (rek)
Editor : Jay Wijayanto