SURABAYA - Ratusan massa yang mewakili akademisi dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa menolak kehadiran Rocky Gerung di Jawa Timur. Aksi demo ini digelar di depan kantor Gubernur Jawa Timur, Kamis (10/8) siang.
Ratusan massa aksi ini meminta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk membuat surat edaran ke seluruh instansi agar Rocky Gerung tidak diperbolehkan menjadi pembicara di semua lembaga pendidikan di wilayah Jawa Timur.
Pasalnya, akademisi dari Universitas Indonesia itu dinilai telah menghina kepala negara dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Omongan Rocky yang viral di media sosial yang mengkritisi rencana Presiden Jokowi membangun Ibu Kota Negara (IKN) dianggap tidak sesuai dengan adat ketimuran.
Demo yang digelar para akademisi dan elemen masyarakat se-wilayah Madura dan tapal kuda ini meminta Gubernur Khofifah tegas melarang Rocky Gerung masuk ke Jatim dan menjadi pembicara di lembaga pendidikan atau kampus di Jawa Timur.
Koordinator massa aksi ini ditemui staf Bakesbangpol Jatim yang menampung aspirasinya. "Kami menyampaikan ini untuk keutuhan Pancasila. Sikap Rocky Gerung tidak mencerminkan Pancasila," ucap Korlap Aksi, Kamiludin.
Ia mengungkapkan, pihaknya menuntut Gubernur Jatim mengeluarkan surat edaran untuk melarang Rocky Gerung masuk ke Jatim dan atau menjadi pembicara di instansi atau lembaga pendidikan di Jawa Timur.
"Sikap Rocky Gerung selama ini bisa merusak moral bangsa, terutama generasi muda bangsa. Kami ingin ada ketegasan dari Gubernur Jatim. Jika tidak, berarti ibu Khofifah mendukung omongan Rocky," katanya.
Aksi penolakan yang sama juga sempat terjadi di Surabaya ketika Rocky Gerung dijadwalkan menjadi pembicara di kampus Universitas Airlangga (Unair), beberapa waktu lalu. Namun, kegiatan ini urung dilaksanakan setelah beberapa elemen masyarakat berunjuk rasa meminta acara tersebut tidak dilaksanakan pihak kampus.
"Kita mendapat banyak masukan dari para akademisi dan masyarakat yang khawatir dengan situasi ini. Sehingga kami merasa wajib untuk menunjukkan eksistensi intelektual yang menjaga moral anak-anak bangsa kita," ujarnya. (gun/jay)
Editor : Jay Wijayanto