SURABAYA - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur Budi Sarwoto mengakui adanya kendala untuk mengurus perizinan ekspor di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait ekspor bunga anggrek ke mancanegara. Padahal, banyak negara seperti Jepang, Taiwan, AS dan Thailand berminat mengimpor anggrek yang dibudidayakan di kecamatan Singosari, kabupaten Malang.
"Perizinan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Singosari memiliki kendala terutama di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Persayaratan itu tidak bisa dipenuhi akibat sistem yang diinput secara online memiliki kendala. Kita mohon agar KLHK mempercepat proses secara manual, tetapi itu tidak bisa dilakukan karena semua aplikasi,” katanya, Minggu (6/8).
Budi mengaku senang karena komisi A DPRD Jatim berjanji akan mencarikan solusi dengan mendatangi KLHK untuk memecahkan masalah itu. Pasalnya, pada pertengahan Agustus 2023 mendatang akan ada pameran anggrek di Singapura. "Momen itu menjadi kesempatan penting, bagi anggrek lokal agar semakin terkenal di mancanegara," terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Jatim Istu Hari Subagio budidaya anggrek di kecamatan Singosari memenuhi kualitas ekspor. Namun ia mengaku menerima laporan BUMDes yang membuat produk anggrek dengan kualitas ekspor kesulitan memperoleh izin ekspor anggrek yang dihasilkan di kabupaten Malang. Padahal, potensi ekspor bunga anggrek di mancanegara cukup besar.
"Kami akan menyampaikan keluhan tersebut ke instansi terkait, agar permasalahan perizinan tersebut segera ditindaklanjuti. Sehingga, BUMDes di Malang Raya bisa segera melakukan ekspor anggrek ke mancanegara," jelasnya. (mus/rak)
Editor : Jay Wijayanto