Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

153.476 Warga Surabaya Alami Obesitas, Dinkes Aktifkan Monitoring lewat Puskesmas

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 18:44 WIB
Kadinkes Surabaya Nanik Sukristina. (ISTIMEWA)
Kadinkes Surabaya Nanik Sukristina. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Warga Surabaya cenderung makin makmur. Namun, kemakmuran itu juga menyebabkan jumlah orang dengan berat badan berlebih atau obesitas mencapai ratusan ribuan orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, data sampai bulan Juni lalu ada 153.476 orang yang mengalami risiko obesitas dengan indeks masa tubuh lebih dari 25. Upaya pencegahan dilakukan dengan memberikan penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tentang kesehatan.

"Kami lakukan sosialisasi tentang faktor risiko obesitas dan bahaya obesitas bagi kesehatan melalui media sosial, media elektronik, dan lainnya," kata Nanik, Jumat (4/8).

Selain itu, Dinkes Surabaya juga memberikan edukasi tentang makanan seimbang. Juga mengarahkan warga untuk melakukan cek kesehatan secara rutin di puskesmas dan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pos Bindu) di masing-masing wilayah. "Kami imbau warga agar menghindari makanan berpemanis dalam kemasan (MBDK)," ujarnya.

Tak hanya itu. Nanik menyatakan, antisipasi terkait obesitas di Surabaya juga dilakukan melalui puskesmas di setiap wilayah. "Sosialisasi juga dilakukan pada pertemuan rutin masyarakat di RT/RW, kelurahan dan lainnya," ungkapnya.

Menurut dia, faktor risiko obesitas atau indeks massa tubuh >25 lebih rentan terkena pada kelompok usia di atas 18 tahun. Salah satu contoh, pria berinisial S, 51, warga Kelurahan Kapas Madya Baru, Surabaya. Pria tersebut harus dievakuasi oleh tim gerak cepat (TGC) untuk mendapatkan perawatan ke rumah sakit. “Pasien dirujuk ke RSUD dr Soetomo," ungkap Nanik.

Selain evakuasi ke rumah sakit, Nanik juga memastikan petugas memantau perkembangan kesehatan pria itu secara intensif. Monitoring akan dilakukan selama perawatan serta koordinasi dengan layanan rujukan.

"Pasien mempunyai riwayat hipertensi yang kontrol rutin ke puskesmas. Namun, obat yang diresepkan tidak diminum secara teratur oleh pasien," pungkasnya. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#puskesmas #obesitas #Dinas Kesehatan Surabaya