Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Permainan Tradisional Mampu Bentuk Karakter Anak dan Harmonisasi Keluarga

Hildan Sepka • Kamis, 3 Agustus 2023 | 00:13 WIB
HARUS DILESTARIKAN: Permainan tradisional eksistensinya terancam oleh gadget dan permainan modern. (ISTIMEWA)
HARUS DILESTARIKAN: Permainan tradisional eksistensinya terancam oleh gadget dan permainan modern. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Permainan anak tradisional cukup beragam. Tapi eksistensinya tengah tergerus permainan modern dan gadget. Untuk itu Kampoeng Dolanan mengaktifkan lagi karena terdapat banyak manfaat.

Ketua Komunitas Kampoeng Dolanan Mustofa Sam mengajak anak-anak untuk bermain bersama di ruang terbuka. Kegiatan ini pun melibatkan para orang tua. Upayanya adalah bentuk melestarikan berbagai permainan anak tradisional. "Banyak sekali manfaat permainan tradisional dalam beragam aspek," ujarnya, Selasa (1/8).

Menurutnya, permainan itu dapat membentuk karakter anak. Karena setiap permainan terkandung makna filosofi. Salah satunya membentuk anak pemberani, disiplin, hingga jujur.

"Ini pun bermanfaat untuk menjalin hubungan yang harmonis di dalam keluarga," paparnya.
Mustofa menyiapkan beragam permainan. Pilihannya adalah permainan tradisional yang memiliki unsur keluarga. Artinya permainan yang melibatkan orang tua atau beberapa orang dalam permainan. "Tujuannya supaya orang tua ikut mendekatkan permainan tradisional pada anaknya," tuturnya.

Dalam kegiatan itu pun, dia mengajak Puteri Anak Indonesia Budaya 2022, Karina Aliya Afandi. Katanya, Karina adalah sosok yang peduli soal anak-anak. "Agenda ini pun sempat berdiskusi dengannya. Bahasannya tentang kegiatan ini dan jenis perminan apa saja," tuturnya.

Totalnya ada 50 paket berisi jenis permainan. Beberapa tampak asing mendengar permainan tradisional itu. Antara lain adalah, layang-layang, congklak, ular tangga, hingga catur jawa. "Kami tidak berekspektasi animonya ternyata luar biasa," jelasnya.

Cak Mus sapannya, mengenalkan filosofi permainan tradisional itu. Katanya, layang-layang sebagai penyampaian pesan. Sehingga, dalam kegiatan itu, dia meminta anak-anak menulis cita-cita dan keinginannya. "Kemudian bisa diterbangkan. Hal ini seakan mengisyaratkan pesan-pesan tersebut sampai ke langit," bebernya.

Sementara, dia menuturkan tentang permainan ular tangga. Jenis permainan ini dilakukan bersama-sama. Sehingga Cak Mus mengartikan, permainan itu menciptakan hubungan harmonis. "Khususnya orang tua dan anak maupun keluarga. Diharapkan bisa saling bermain bersama," ucapnya.

Selain itu, catur jawa adalah permainan mengasah strategi. Kemudian, terdapat congklak. Menurutnya, permainan congklak memilikinmakna berbagi pada orang sekitar. "Baik orang terdekat, orang yang jauh, bahkan musuh. Permainan ini mampu mengajarkan anak untuk berbagi tanpa memandang latar belakang seseorang. Memberi sama rata dan adil," imbuhnya. (hil/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#permainan tradisional #manfaat permainan tradisional #karakter anak #info surabaya #hubungan harmonis