Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengulik Kisah Jalan Dr Soetomo (9) Sudah Ada Gereja Katolik di Tahun 1921

Fajar Yuliyanto • Selasa, 1 Agustus 2023 | 23:40 WIB
GEREJA KATEDRAL: Gereja Katolik di Coen Boulevard yang kini bernama Gereja Katolik Hati Kudus Yesus. (ISTIMEWA)
GEREJA KATEDRAL: Gereja Katolik di Coen Boulevard yang kini bernama Gereja Katolik Hati Kudus Yesus. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Tak hanya pemukiman elit dan fasilitas sekolah, sebagai kawasan khusus Eropa di Darmo Boulevard (Jalan Darmo), Coen Boulevard (Jalan Dr Soetomo), dan Reiniersz Boulevard (Jalan Diponegoro), fasilitas kerohanian pun juga dibangun.

Ketika bangsa Eropa pertama kali menginjakkan kaki ke bumi nusantara, misi yang pertama kali mereka emban adalah misi dagang dan ekonomi. Orang-orang Eropa melihat bahwa sumber daya alam yang terdapat di bumi nusantara sangat luar biasa besarnya.

Pegiat Sejarah Surabaya, Nur Setiawan menjelaskan, dengan adanya orang-orang Eropa itu, maka dibangunlah kantor-kantor dagang, kantor pemerintahan hingga pemukiman bagi warga Eropa di Surabaya. "Nah salah satunya terletak di Darmo Boulevard dan Coen Boulevard," kata Wawan, sapaan akrabnya.

Kemudian para pendatang yang berasal dari negeri Belanda dan negara Eropa lainnya ini tentu memiliki kepercayaan yang berbeda dengan keyakinan yang dianut oleh warga bumiputera pada waktu itu. Namun hal tersebut menjadi kesinambungan yang dinamis.

"Untuk memenuhi kebutuhan rohani bagi warga Eropa pemeluk Katolik maka dibangun juga sebuah Gereja Agung di Jalan Coen Boulevard, inisiatif ini sebagai bentuk iman religiusitas umat di tanah perantauan," ujarnya.

Pada 21 Juli 1921, didirikanlah sebuah gereja Katolik di Coen Boulevard yang sekarang bernama Gereja Katolik Hati Kudus Yesus. Bangunan gereja tersebut diarsiteki oleh biro Ed Cuypers Bureau dengan denah berbentuk empat persegi panjang, dan konstruksi basilika dibangun oleh biro arsitek Hulswit Fermont. "Seluruh pembangunan gereja ini menelan biaya sebesar 216.143,27 gulden," terangnya.

Dan benar saja, gereja tersebut menjadi jujukan umat Katolik, khususnya dari bangsa Eropa. Yang kemudian berkembang menjadi salah satu gereja Katolik terbesar di Surabaya. (bersambung/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#Jalan Darmo #Jalan dr Soetomo #jalan diponegoro #Jalan di Surabaya #sejarah Surabaya