SURABAYA - Meski ada imbauan dari kepolisian, masih banyak remaja melaksanakan konvoi saat pengesahan warga baru perguruan silat PSHT di kawasan Tanjung Perak. Polisi mengamankan ratusan pengendara yang nekat konvoi dengan mengenakan pakaian serba hitam. Salah seorang anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak terjatuh setelah ditabrak oleh peserta konvoi.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Herlina dan pejabat utama langsung turun untuk menghalau massa. Sekitar 100 orang dan 45 sepeda motor diberhentikan di Jalan Laksda M Nasir. Rombongan hendak konvoi di sekitar Perak.
Pemeriksaan barang bawaan dilakukan dan menemukan satu kembang api jenis flare. "Kami temukan dari salah satu pengendara. Kami juga sita beberapa atribut seperti bendera perguruan silat yang hendak digunakan konvoi," jelas Herlina kemarin.
Herlina membenarkan salah satu anggota KBO Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Perak sempat ditabrak oleh salah satu rombongan hingga jatuh dari motor. Anggotanya ini sudah dirawat di rumah sakit, sementara penabrak sudah diamankan.
"Untuk mereka yang terbukti melakukan aksi konvoi, kami lakukan penilangan. Sementara yang menabrak kami amankan," jelasnya.
Sementara itu, Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga mengamankan 12 orang yang hendak konvoi di Jalan Jakarta. Saat ditanya salah satu dari mereka mengaku dari Timor Leste dan bekerja di Surabaya. Sementara temannya dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bahkan, dalam pemeriksaan, polisi juga menemukan ada ajakan konvoi di ponsel pesilat. "Kami tindak tegas dan cek mereka menggunakan tes alkohol. Sesuai kesepakatan dilarang untuk konvoi," tegasnya. (gun/rek)
Editor : Jay Wijayanto