SURABAYA - Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya baru diresmikan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri. Destinasi wisata itu kini jadi primadona warga Surabaya dan luar kota. Hingga Minggu (30/7) siang, wisatawan yang berkunjung ke KRM Surabaya di Gunung Anyar mencapai seribu orang.
Jumlah wisatawan itu jauh lebih banyak ketimbang sebelum pandemi Covid-19. Akses menuju destinasi wisata di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) itu cukup mudah. Kendaraan feeder juga sampai ke KRM. Pengunjung tidak dikutip biaya alias gratis.
Eddy Kurniawan datang bersama anak dan istrinya. Ia mengenalkan bibit mangrove kepada anaknya. Di tempat tersebut juga terdapat pembibitan mangrove. Jenis-jenis mangrove pun ada masing-masing. Iya, kami berwisata sambil edukasi ke anak,” ujar Eddy.
Ia mengaku penasaran dengan KRM Surabaya yang kabarnya terlengkap di Indonesia. Rasa penasarannya akhirnya terbayarkan setelah berkunjung. “Ternyata bagus. Tempat parkirnya juga oke,” ujarnya.
Pengunjung sudah mempunyai kesadaran membuang sampah. Terbukti tidak ada sampah yang berserakan. “Tempat sampahnya juga banyak. Jadi, sebisa mungkin tidak buang sampah sembarang. Tapi saya lihat kesadaran masyarakatnya cukup tinggi,” ungkap lelaki asal Surabaya itu.
Wisatawan asal Bojonegoro juga tak mau kalah berkunjung ke KRM seluas 4,9 hektare tersebut. “Sekarang sudah bagus tempatnya. Kalau dulu biasa saja. Udara Surabaya yang panas, di sini jadi sejuk,” kata Sumiatun, wisatawan asal Bojonegoro.
Ia mengajak juga anak-anaknya. “Ya, sekalian refreshing sama anakanak. Mereka bisa belajar mengetahui jenis-jenis mangrove,” terangnya.
Saat ini KRM Surabaya telah dilengkapi sejumlah fasilitas dan wahana permainan. Seperti sentra kuliner UMKM, wahana perahu, jet ski hingga ATV (All Terrain Vehicle). “Nanti sama seperti Romokalisari. Jadi, ketika masuk ada tiket, akan ada naik perahu, naik ATV, dan kuliner. Semuanya kembali ke masyarakat untuk mengurangi kemiskinan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto