Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Percepat Zero Stunting, Pemkot Getol Dampingi Orang Tua Balita

Rahmat Sudrajat • Jumat, 28 Juli 2023 | 23:37 WIB
PENDAMPINGAN LANGSUNG: Eri Cahyadi didampingi Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani saat peresmian lomba Surabaya Emas di halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (27/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
PENDAMPINGAN LANGSUNG: Eri Cahyadi didampingi Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani saat peresmian lomba Surabaya Emas di halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (27/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pemkot Surabaya terus melakukan percepatan penurunan kasus stunting di Surabaya agar zero. Pemkot menggelar gebyar lomba mewujudkan Surabaya Emas di halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (27/7). Ada ratusan balita pra stunting yang mengikuti.

Dalam pelaksanaannya, para orang tua akan didampingi oleh TP PKK beserta Tim Pendamping Keluarga (TPK) di masing-masing kelurahan. Selain itu, mereka juga mendapatkan makanan, berupa telur, kudapan, susu, dan vitamin bagi balita pra stunting.

“Dalam waktu dua bulan ke depan, anak-anak harus bisa lepas dari berat badan dan tinggi badan yang kurang. Oleh karena itu, kita melibatkan TP PKK dan TPK untuk memberikan pengertian kepada para ibu agar senantiasa menjaga anak-anaknya,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Tidak berhenti disitu, pemkot telah mendirikan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di masing-masing kelurahan se-Kota Surabaya. Orang tua yang mengikuti SOTH diberikan ilmu parenting, seperti pola asuh yang tepat dan pemberian makanan bergizi bagi anak sebagai upaya mencegah adanya balita berisiko stunting.

“SOTH tidak hanya mencegah stunting tetapi juga untuk mencegah anak-anak memiliki kepribadian yang negatif. Ayo, kita mempersiapkan anak-anak menjadi yang terbaik. Jika orang tua lelah, jangan memberikan makanan instan pada anak, itu tidak baik karena mereka adalah penerus-penerus kita,” terangnya.

Ia juga mengaku bahwa terdapat wilayah yang tidak mengikuti gelaran lomba tersebut. Sebab, di kawasan tersebut tidak terdapat balita berisiko stunting. Karenanya, ke depan, Eri akan memberikan penghargaan khusus bagi kelurahan yang berhasil mengentaskan masalah stunting.

“Ini adalah keberhasilan TPK, TP PKK, dan juga keberhasilan orang tua. Kita juga akan memberikan penghargaan dan hadiah khusus untuk setiap kelurahan yang tidak ada pra stunting dan stunting, yakni atas keberhasilan mereka untuk menggerakkan gotong royong dan guyub rukun dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila di wilayahnya,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani mengatakan, para peserta akan mendapatkan intervensi spesifik dan intervensi sensitif selama dua bulan ke depan. Mereka akan mendapatkan bahan makanan, berupa pemberian telur sebanyak dua butir setiap hari dan susu khusus untuk meningkatkan berat badan yang dikoordinir oleh Puskesmas dengan TPK, TP PKK Kelurahan, dan TP PKK Kecamatan di wilayah masing-masing.

“Orang tua balita akan mendapatkan pembinaan pola asuh yang baik terhadap anak-anaknya melalui SOTH di kelurahan masing-masing. Juga diberikan pendampingan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) terkait dengan praktek pemberian makanan bayi yang benar,” kata Rini.

Rini menjelaskan, SOTH bagi orang tua adalah untuk mencegah munculnya balita berisiko stunting. Kegiatan ini dilakukan selama 13 kali pertemuan di masing-masing kelurahan. “Kita juga ingin melatih orang tua untuk berinovasi dan mandiri dalam mengolah menu makanan bagi anak, tidak harus mahal tetapi protein terpenuhi. Karena anak-anak itu bukan tidak mau makan, tetapi menu kurang menarik buat mereka,” ujarnya.

Selanjutnya, akan diberikan pendampingan pola asuh dari Himpunan Psikolog (HIMPSI), pembinaan rumah sehat dari Tim Kesling Kota Surabaya, serta dilakukan penimbangan dua minggu sekali yang akan dimonitor dokter spesialis anak di puskesmas masing-masing.
“Pemenangnya juga ada orang tua terhebat, Tim Pendamping Keluarga, dan TP PKK Kelurahan. Dimana penilaiannya melibatkan IDAI Cabang Jawa Timur dan FKM Unair,” pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#tim pendamping keluarga #Stuntung #pemkot surabaya #zero stunting #Eri Cahyadi