SERSURABAYA - Praktik prostitusi online makin marak di era digital. Seorang mucikari ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya gara-gara menawarkan mahasiswi kepada pria hidung belakang.
Tersangka WR alias Mami Elga, 25, warga Jalan Wonorejo, Surabaya, ditangkap setelah diketahui menjual HR, 20, kepada pria hidung belang di sebuah hotel wilayah Surabaya Pusat.
Penangkapan Mami Elga bermula dari patroli siber yang dilakukan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya di media sosial (medsos). Patroli ini mendapati sebuah akun Facebook (FB) menawarkan wanita untuk melayani seks. Akun tersebut juga menyertakan foto gadis yang ditawarkan.
"Kami temukan tersangka menawarkan korban ke lelaki hidung belang. Kemudian kami selidiki dan temukan tersangka berada di hotel," kata Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Ipda Tri Wulandari, kemarin (27/7).
Polisi kemudian menggerebek salah satu kamar di hotel yang digunakan transaksi. Benar saja. Ada seorang gadis yang melayani pria hidung belang di sana. Polisi kemudian mencari keberadaan tersangka WR dan membawanya dengan barang bukti uang Rp 600 ribu. "Kami juga sita handphone (HP) dan sebuah kondom," ungkapnya.
Mami Elga mengaku sudah setahun bergelut dengan bisnis esek-esek ini. Ia mematok harga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta untuk sekali kencan. Sang mami mendapat komisi Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu per tamu.
Tersangka memiliki tiga anak buah. Polisi hanya mengetahui satu gadis yang masih berstatus mahasiswi. Sementara dua cewek lainnya sedang pulang kampung. "Tersangka menyasar korban mahasiswi asal Maluku yang kesulitan ekonomi. Kemudian oleh tersangka ditawarkan ke pria hidung belang," tutur Ipda Tri. (gun/rek)
Editor : Jay Wijayanto