Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Megawati Resmikan KRM Surabaya sebagai Pusat Konservasi, Edukasi dan Wisata Mangrove Terlengkap

Rahmat Sudrajat • Kamis, 27 Juli 2023 | 17:28 WIB
DIRESMIKAN: Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia menandatangani prasasti peresmian Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Rabu (26/7).
DIRESMIKAN: Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia menandatangani prasasti peresmian Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Rabu (26/7).

SURABAYA - Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya di kawasan Gunung Anyar diresmikan oleh Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), Megawati Soekarnoputri, bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia, Rabu (26/7). Presiden Kelima RI dan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu berkeliling di kawasan kebun mangrove terbesar di Indonesia tersebut.

Dalam acara itu, Megawati didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Peresmian KRM terlengkap se-Indonesia itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Megawati Soekarnoputri. Mega kemudian menyerahkan bibit mangrove kepada Wali Kota Eri Cahyadi sebagai simbol peresmian.

KRM Gunung Anyar diharapkan menjadi lokasi wisata dan pusat edukasi bagi masyarakat. Tercatat ada 57 spesies tanaman (flora) dan 28 jenis burung (aves) yang hidup di habitat alam ini. Selain itu, KRM akan menjadi ladang pekerjaan bagi keluarga miskin (gamis) di Surabaya. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkot Surabaya mengentaskan kemiskinan.

Megawati mengatakan, kebun mangrove memiliki peran penting untuk meminimalisasi dampak tsunami, menekan polusi, hingga menambah kadar oksigen. Ia menyebut peresmian hutan bakau ini merupakan arahannya kepada Wali Kota Surabaya sebelumnya, Tri Rismaharini.

WISATA ALAM: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyimak penjelasan Megawati Soekarnoputri saat peresmian Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Rabu (26/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
WISATA ALAM: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyimak penjelasan Megawati Soekarnoputri saat peresmian Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Rabu (26/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Menurut dia, karakter cemara udang bisa berfungsi menjadi penahan banjir rob atau tsunami. Cemara udang memiliki cabang yang masuk ke dalam lapisan bawah tanah perairan. Dengan karakter itu maka cemara udang memiliki kemampuan untuk memecah tekanan air.

"Kalau umpamanya ada tsunami, ini (cemara udang) untuk memecah tekanan. Karena tsunami itu kan sebetulnya yang berbahaya adalah tingginya dan juga tekanan dahsyatnya itu," kata Megawati.

Hutan mangrove juga bisa menjadi ruang produksi oksigen. "Surabaya kan kota panas, tetapi kenapa ini sejuk? Karena mangrove itu kerjanya mengeluarkan oksigen dan CO2-nya diambil,” katanya.

Tak hanya itu. Megawati menyebut hutan mangrove juga menjadi rumah yang baik bagi biota laut. “Kalau ndak percaya kamu pergilah mancing, ada udang, ada kepiting, ada ikan, dan lain sebagainya, karena tempat ini akan menjadi tempat pembenihan dia,” tambah Megawati.

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, KRM Surabaya bisa dibilang terunik di antara 45 kebun raya yang ada di Indonesia. "Ini salah satu yang menurut saya dikelola dengan sangat-sangat baik dan konsisten. Tidak semua pemerintah daerah berhasil mengelola secara konsisten," kata Handoko.

Menurut dia, KRM Gunung Anyar Surabaya memiliki 57 koleksi yang sudah diidentifikasi. Namun, dari 57 koleksi itu, yang sudah diregistrasi secara resmi baru 17 spesies. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#BRIN #Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar #megawati soekarnopurti #KRM Surabaya #Presiden Kelima