SURABAYA - Sebelumnya sudah ada rumah anak prestasi di Jalan Nginden Semolo. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, dua rumah anak prestasi akan segera diresmikan bulan ini. Satu di Surabaya barat dan satu lagi di Surabaya Utara.
"Untuk SD, SMP, dan SMA. Kami akan koordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rumah anak prestasi itu kita siapkan ketika mereka ingin mengembangkan (bakat dan kreativitas),” kata Cak Eri saat menghadiri Adifiesta Anak Prestasi, Kamis (20/7).
Menurut dia, tujuan dibuat rumah anak prestasi agar semua anak-anak di Surabaya punya pendidikan dan keterampilan yang mumpumi. Itu sebagai bekal saat mereka dewasa.
Selain itu, Cak Eri juga berencana membangun sekolah luar biasa (SLBN) baru di Surabaya. Pemkot dan DPRD Surabaya tengah membahas pembangunan SLB tersebut. “Jadi, nggak terpecah, harus jauh-jauh ke Semolowaru. Secepatnya kita resmikan. Semoga di bulan Juli ini. Untuk SLB negeri akan kita bangun juga tahun ini," terangnya.
Cak Eri juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Pahlawan untuk peduli anak. Bahwa setiap anak yang ada di kota ini adalah tanggung jawab bersama. “Kalau sampai ada anak yang mabuk-mabukan, nakal, atau ikut geng motor, berarti apa? Berarti itu kurang dekatnya seorang ibu dan ayah. Sebab, kekuatan kita ada di keluarga,” tegasnya.
Pemkot juga akan menyiapkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Balai RW. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) akan menggandeng Forum Anak Surabaya (FAS) sebagai pembimbingnya.
"Jadi, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk menyiapkan generasi emas 2045 sekaligus mewujudkan kota layak paripurna," kata Kepala DP3A-PPKB Ida Widayati.
Dalam ajang Adifiesta Anak Prestasi di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, kemarin, ada penampilan bakat dan minat anak serta pameran hasil karya anak-anak istimewa. Juga ada pemberian bantuan kursi roda untuk 16 anak cerebral palsy. “Kami harap anak-anak istimewa di Kota Surabaya ke depannya dapat menyongsong kehidupan yang lebih baik,” kata Ida. (*/rek)
Editor : Jay Wijayanto