Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mayjen TNI Prof DR Moestopo Komandan BKR Wilayah Surabaya-Gresik yang Juga Guru Besar Kedokteran Gigi

Fajar Yuliyanto • Kamis, 20 Juli 2023 | 01:17 WIB
Prof DR Moestopo (ISTIMEWA)
Prof DR Moestopo (ISTIMEWA)

SURABAYA - Sosok Mayor Jenderal TNI (Purn.) Prof DR Moestopo merupakan salah satu dokter pejuang yang kontribusinya cukup besar bagi republik Indonesia, khususnya untuk wilayah Surabaya dan pulau Jawa.

Moestopo muda mengenyam pendidikan di STOVIT atau Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi dan sekarang menjadi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair.

Menurut pegiat sejarah Nur Setiawan, di tengah pendidikannya sebagai dokter gigi, Moestopo juga tergabung dalam kemiliteran PETA pembela tanah air pada masa pendudukan Jepang.

“Di PETA karir Moestopo bisa dibilang cemerlang, karena kecakapannya ia mendapat jabatan perwira dan dipercaya membawahi pasukan PETA wilayah Surabaya serta Gresik," kata laki-laki yang akrab disapa Wawan ini.

Wawan menjelaskan, pasca Republik Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Moestopo ditunjuk sebagai komandan BKR (Badan Keamanan Rakyat) Surabaya yang kelak jadi tentara keamanan rakyat (TKR) dan kini menjadi (TNI).

Karena memiliki ilmu militer hasil didikan PETA serta juga seorang akademisi, maka Moestopo mampu mengorganisir pasukan dengan baik. Hingga saat tentara Inggris mendarat di Surabaya pada Oktober 1945 sampai pecah perang 10 November 1945.

"Moestopo menjadi salah seorang yang memimpin pasukan untuk menghalau pasukan Sekutu asal Inggris itu. Pasukan republik dari TKR, barisan pemuda, rakyat hingga mantan narapidana dapat dihimpun oleh Moestopo, bersatu padu turun ke front pertempuran demi menjaga kedaulatan bangsa Indonesia," terangnya.

Saat revolusi fisik terjadi sekitar tahun 1946-1949 melawan Belanda, Moestopo dengan gigih mendeklarasikan dirinya sebagai Menteri Pertahanan RI ad interim sekaligus pemimpin revolusi (perjuangan) di Jawa Timur. Seusai perang kemerdekaan Moestopo melanjutkan karir sesuai bidangnya, yakni di kedokteran hingga mendapat gelar profesor.

"Atas peran dan jasa Moestopo dalam perang kemerdekaan Indonesia, namanya diabadikan menjadi sebuah nama jalan di kota Surabaya, sekaligus ia diangkat menjadi pahlawan nasional," tutupnya. (jar/nur)

 

Editor : Jay Wijayanto
#Surabaya Kota Lama #Universitas Airangga #fakultas kedokteran gigi #sejarah Surabaya