SURABAYA - Hanya dalam tempo sepekan Operasi Patuh Semeru 2023, Satlantas Polrestabes Surabaya menilang 3.701 pengendara kendaraan bermotor. Bahkan, 705 di antaranya ditilang manual karena dianggap membahayakan.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman mengungkapkan, hasil penindakan seminggu ini menurun dibanding tahun lalu. Ini memperlihatkan masyarakat sudah mulai tertib berlalu lintas. Terutama pengendara yang melintas di jalan utama dan protokol.
"Pengendara yang berbatasan dengan wilayah hukum Polrestabes Surabaya masih tinggi angka pelanggarannya," kata Arif, Selasa (18/7).
Ia menyebut kawasan perbatasan sekitar Kedung Cowek. Masih banyak pengendara yang melawan arus hingga tidak mengenakan helm. Ini tidak hanya dilakukan pada malam hari, tapi juga siang hari. "Kami akan beri penindakan di kawasan itu. Ini untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat berlalu lintas," terangnya.
Penindakan atau tilang menurun dibanding tahun lalu. Namun, sebaliknya teguran yang diberikan kepada pengendara meningkat. Hingga seminggu ini ada 43.330 pengendara mendapat teguran lewat aplikasi Elektronik Teguran Simpatik Presisi (ETSP).
"Pengendara yang kena teguran kami masukkan database. Ini untuk memberikan pembelajaran terhadap masyarakat agar patuh berkendara," tegasnya. (gun/rek)
Editor : Jay Wijayanto