Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

FAMILY CONSTELLATION: Menelusuri Keharmonisan Keluarga Melalui Lima Prinsip

Hildan Sepka • Selasa, 18 Juli 2023 | 23:48 WIB
Ciptakan dinamika keluarga: Meilinda Sutanto (paling kanan) menjelaskan prinsip bagaimana menyelesaikan masalah dalam keluarga. (HILDAN SEPKA ADITYA/RADAR SURABAYA)
Ciptakan dinamika keluarga: Meilinda Sutanto (paling kanan) menjelaskan prinsip bagaimana menyelesaikan masalah dalam keluarga. (HILDAN SEPKA ADITYA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Keluarga memiliki aspek yang kompleks. Itu menyebabkan perlu penelusuran yang mendalam. Untuk menciptakan keharmonisan dan menyembuhkan luka batin tiap anggota keluarga.

Meilinda Sutanto selaku Family Constelllation Teraphist mengatakan, dalam perjalanan hidup manusia selalu terjadi persoalan. Hasil pengamatannya nyaris mutlak. Katanya, 99 persen masalah yang timbul bermuara dari keluarga. "Dari pasangan, karir, kesehatan, hingga finansial," ujarnya, Senin (17/7).

Meilinda menyebutkan, penyelesaian masalah langsung ke akarnya. Metode family constellation ini berupaya mengurai itu. Karena menurutnya, persoalan itu terdapat trauma dari generasi sebelumnya yang terus menurun. "Sebelum kita, ada sekitar 4 ribu leluhur.

Dengan membawa berbagai perasaan yang terbawa. Ini sifatnya estafet," ungkapnya.
Menurutnya, terdapat pemahaman yang keliru. Artinya estafet adalah memperbaiki trauma yang dulu. Tujuannya untuk memperbaiki generasi selanjutnya. "Faktanya terjadi konsep yang berbeda. Contohnya, ini selanjutnya kamu, ya," jelasnya.

Dia menuturkan, ada lima prinsip untuk memperbaiki kondisi itu. Antara lain adalah parents give and children receive. Prinsip ini mengalir satu arah untuk menciptakan dinamika keluarga yang sehat. "Apa yang diberikan orang tua ke anak yang paling utama, cinta. Fenomenanya banyak. Contohnya, orang tua berharap dicintai bentuk kompensasi orang tua. Justru ini tidak sehat, karena orang tua sudah mendapatkan cinta dan kasih sayang dari leluhur sebelumnya," paparnya.

Prinsip kedua adalah equal give and recieve. Katanya, prinsip ini cocok diaplikasikan pada pasangan. Sekaligus berdampak pada keharmonisan pada keluarga. "Seimbang atau adil yang bagaimana itu menurut keputusan tiap pasangan. Tidak ada rules tertentu," tuturnya.

Dia melanjutkan, prinsip ketiga adalah every member has the right to be long. Artinya, setiap anggota wajib mengakui kehadiran anggota keluarga yang lain. Sehingga timbul perasaan saling memiliki.

Perempuan lulusan ekonomi itu menyebutkan, prinsip ke empat adalah every one must carry their own destiny. Artinya adalah setiap anggota keluarga harus membawa takdirnya masing-masing. Kondisi ini melatih setiap anggota keluarga untuk melewati setiap keadaan.

"Ada contoh pasien saya, bapaknya kehilangan seseorang yang dicintainya. Tapi dia melewati proses duka dengan alasan anak laki-laki tidak boleh menangis. Akhirnya, anaknya bapak itu melakukan self hurt," urainya.

Prinsip terakhir adalah order of love atau urutan cinta. Kacamatanya mengatakan, anggota keluarga yang datang terlebih dahulu wajib diprioritaskan. Fenomena yang tak sehat adalah memposisikan anak menjadi sosok unofficial parent.

"Artinya orang tua menaruh beban pada anak pertama untuk begini-begitu hingga menjadi contoh untuk adik-adiknya. Hal ini seharusnya bukan menjadi tugasnya. Kasus lainnya adalah saat ada perceraian kemudian menikah lagi dengan memiliki satu anak, mana yang diprioritaskan, otomatis anaknya," imbuhnya. (hil/nur)

 

Editor : Jay Wijayanto
#keluarga #Keharmonisan rumah tangga #prinsip hidup