SURABAYA - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) digelar serentak, Senin (17/7). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan MPLS tahun ini berjalan aman, nyaman dan menyenangkan.
“Saya sudah berpesan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jatim (Aries Agung Paewai) bahwa tidak boleh lagi ada kekerasan dalam bentuk apa pun dan oleh siapa pun dalam MPLS. Mereka (siswa) ini seharusnya dibimbing, dididik, diingatkan, dan dibina. Oleh karena itu, kekerasan dan perundungan harus dihindarkan dalam MPLS maupun tahap berikutnya,” tegas Khofifah saat Apel Pembukaan MPLS SMA/SMK/SLB Negeri/Swasta Tahun 2023 Provinsi Jawa Timur di SMKN 5 Surabaya, Senin (17/7).
Khofifah menambahkan, ada ikrar MPLS, yakni taat kepada Tuhan yang Maha Kuasa dan menghormati kedua orang tua. Khofifah meminta siswa menyiapkan diri untuk memimpin Indonesia emas pada 2045. “Jadi, saat Indonesia emas, para siswa ini adalah generasi emas. Mereka harus sehat dan tidak boleh narkoba,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan, sebenarnya tidak ada perbedaan MPLS tahun ini dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, Gubernur Khofifah menginginkan agar apel MPLS tahun ini diikuti serentak oleh seluruh sekolah di kabupaten/kota di Jatim secara langsung dan virtual.
“Meski demikian, ada sejumlah sekolah yang belum melakukan MPLS karena masih menerima pendaftaran siswa. Tapi ada juga yang mendahului MPLS. Jadi, yang ikut MPLS serentak kali ini ada 3.395 sekolah,” terangnya.
Aries menegaskan, tidak ada kekerasan, intimidasi, maupun bullying dalam MPLS. Setiap sekolah wajib melaporkan hasil kegiatan MPLS ke cabang dinas pendidikan masing-masing kabupaten/kota. “Kalau masih ada kekerasan akan kita tindak sekolahnya,” tegasnya.
Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Aries berharap sudah tidak ada permasalahan lagi. Sebab, saat ini sudah masuk MPLS. Kalaupun ada permasalahan PPDB, menurut dia, itu bagian dari dinamika.
“Tidak semua siswa bisa masuk sekolah negeri. Ibu Gubernur sudah menginstruksikan kepada sekolah swasta untuk membuka kuota khusus bagi siswa yang kurang mampu,” katanya.
MPLS tingkat SMA/SMK/SLB Negeri/Swasta Tahun 2023 yang diselenggarakan serentak oleh Pemprov Jatim berhasil meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai MPLS dengan peserta sekolah terbanyak. Total ada 3.395 sekolah yang mengikuti MPLS serentak. Yakni, 710 SMA/SMK negeri dan 2.498 SMA/SMK swasta.
Kemudian 187 SLB negeri dan swasta. Piagam MURI diserahkan Representatif MURI Sri Widayati kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pendidikan Prov Jatim Aries Agung Paewai dalam apel pembukaan MPLS di SMKN 5 Surabaya. (mus/rek)
Editor : Jay Wijayanto