SURABAYA - Di musim kemarau ini, Pemkot Surabaya gencar mengerjakan saluran drainase perkotaan dan permukiman. Ada sekitar 60 titik saluran dikerjakan tahun ini untuk mengantisipasi genangan air.
Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, pengerjaan saluran itu dilakukan antara lain di Karang Menjangan, Kertajaya, Tambak Wedi, Bulak Banteng, Pucang, Manukan, hingga Kendung Benowo.
Pihaknya menargetkan proyek itu rampung pada bulan November. Bahkan, sudah mengantisipasi apabila terjadi hujan di bulan Oktober. "Saat ini kami kebut mengingat kondisi cuaca sedang bersahabat," kata Windo, Jumat (14/7).
Anggaran yang digunakan untuk pengerjaan saluran drainase sekaligus pembangunan pompa air tersebut sebesar Rp 310 miliar. "Ini untuk yang sudah terlelang, yang sudah terkontrak untuk kontraktornya. Kalau di pemukiman kecil anggarannya sekitar Rp 200 juta," jelasnya.
Menurut Windo, pengerjaan tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini dilakukan tanpa menutup seluruh ruas jalan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. "Kejadian tahun lalu banyak hal yang dirasa kurang beres. Mulai dari masalah utilitas, survei awal ternyata kecolongan, kabel-kabel pipa ada di bawah," ungkapnya.
Pihaknya juga mengantisipasi kemoloran pengerjaan seperti tahun lalu. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi geram gara-gara proyek yang tidak sesuai traget itu. "Ada beberapa kontraktor yang tidak sesuai skedul. Kita sudah antisipasi di awal. Yang pasti, kita tetap belajar dari pengalaman tahun kemarin," ujarnya.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya Buchori Imron meminta pemkot untuk belajar dari pengalaman tahun lalu. Proyek jangan sampai molor lagi. “Sekarang tidak ada alasan bagi pemkot untuk telat menggarap proyek. Sebab, pengesahan APBD 2023 sudah digedok pada 10 November 2022,” katanya.
Dengan demikian, program kerja pemkot bisa segera dieksekusi di awal tahun anggaran. "Tapi faktanya masih saja terlambat. Ini perlu pengawasan yang serius," pungkasnya. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto