SURABAYA - Pemkot Surabaya telah mempersiapkan pengembangan kampung-kampung untuk menjadi kawasan Kampung Wisata Sejarah. Seperti Kampung Arab dan Kampung Pecinan.
“Kita akan menata terus dengan komunitas yang ada di Kota Surabaya. Juga ada kampung lainnya, seperti kampung Arab yang, insya Allah, tahun ini juga akan selesai untuk pengembangan kawasan Kiai Haji Mas Mansyur, juga Kampung Pecinan,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (9/7).
Ke depannya, dalam rangka pengembangan kampung wisata sejarah, Pemkot Surabaya membuka diri untuk bersinergi bersama komunitas maupun stakeholder yang ada di Kota Pahlawan. “Sebab, pemkot tidak bisa berjalan sendiri. Karena itulah, pemkot terbuka. Saya yakin Surabaya sebagai Kota Pahlawan bukan hanya slogan saja, tetapi jiwanya juga memiliki jiwa kepahlawanan,” terang Cak Eri.
Pemkot Surabaya telah menggelar Festival Peneleh, Sabtu (8/7). Menurut Cak Eri, penetapan Peneleh menjadi Kampung Wisata Sejarah bukan tanpa alasan. Sebab, kawasan Peneleh sering disebut sebagai situs kebangsaan. Salah satunya terdapat rumah Pahlawan Nasional HOS Tjokroaminoto yang menjadi tempat tinggal Bung Karno saat remaja.
“Karena itulah puncak ilmu kebangsaan dan politik itu ada di Surabaya dari pemikiran HOS Tjokroaminoto. Kita sebagai penerus bangsa ini, anak-anak muda harus memiliki semangat dan spirit seperti Bung Karno dan HOS Tjokroaminoto,” ujarnya.
Ketua Komunitas Begandring Soerabaia Nanang Purwono mengatakan, kawasan Peneleh sangat berarti bagi seluruh warga Surabaya. Sebab, Peneleh merupakan bagian penting dari Kota Surabaya dan bangsa Indonesia.
Kawasan Peneleh merupakan dapur nasionalisme bangsa Indonesia dalam menciptakan tokoh-tokoh perintis kemerdekaan. Karena itu, sebagai generasi penerus, Nanang berharap seluruh elemen masyarakat tidak melupakan sejarah.
“Dengan festival ini, kita mengerti apa yang kita miliki. Maka, potensi sejarah, budaya, dan pergerakan UMKM harus kita teruskan sebagai bagian dalam meneruskan masa depan,” pungkasnya. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto