Kesal dengan kelakuan mbetik Donwori yang suka mabuk dan main perempuan, Karin pun minta cerai. Tapi baru setahun lebih beberapa bulan cerai, Karin minta balikan lagi. Katanya, kangen dengan servis Donwori yang bikin full senyum.
TIM Wartawan Radar Surabaya
Belum juga lama menikah, Karin sudah diceraikan oleh suami keduanya. Sebut saja namanya Donjuan. Hal ini tak lain karena polah perempuan 42 tahun itu. Yang ternyata belum bisa move on dari Donwori, laki-laki yang baru setahun berstatus mantan suami.
Ceritanya, Karin baru menikah dengan Donjuan selama beberapa bulan saja. Kalau bisa sedikit bersyukur, Karin sebenarnya sudah menang banyak dinikahi Donjuan ini. Sudah brondong, PNS, ganteng, ples relegius. Oh ya, Donjuan juga tidak kakean polah.
Namun dasar manusia, dikasih sempurna masih saja ada kurangnya. Karin belum merasa puas dengan servis ranjang Donjuan yang katanya, kurang pengalaman.
Ketidakpuasan dalam urusan ranjang inilah yang membuat ibu dua anak ini kangen balikan dengan mantan suaminya, Donwori. Yang katanya, punya senjata yang lebih tangguh sehingga bisa tahan lama dan memuaskan.
"Ya kangen, ternyata gak ada yang bisa ngalahin maine Mas Wori," ujarnya santai di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya awal pekan lalu.
Maka selingkuhlah Karin dengan mantan suaminya. Sekali dua kali aman, tak ketahuan. Ndilalah, yang ketiga kalinya, tertangkap basah oleh Donjuan. Karena kangen-kangenan Karin dan Donwori di atas ranjang, dilakukan di rumah sendiri.
Kala itu, Donjuan yang tak terima langsung minta cerai. Ya maklum kata Karin karena Donjuan masih 35 tahun. Masih muda, masih baperan. Beda dengan dia yang sudah makan asam garam kehidupan, sehingga kebal malu dan tak tahu aturan. “Aku kan wis 42, Mas Wori 45. Juan sik 35 tahun, sik emosian,” ujarnya, enteng.
Karin sendiri belum tahu mau balikan lagi atau tidak dengan Donwori setelah cerai ini. Kangen sih kangen, seneng sih seneng. Tapi ia sendiri juga tak tahan dengan kelakuan Donwori, yang tiap kali nyupiri tronton ke luar kota, pasti main perempuan dan mabuk-mabukan.
"Awale kan tak cerai memang goro-goro iku Mbak. Kesel aku wedokan ae penggaweane, tapi aku seneng ‘iku’ne," tukas perempuan asli Bangkalan ini. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto