Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Banjir Rob Masuk ke Permukiman Warga, Kawasan Kalianak dan Perak Paling Terdampak

Rahmat Sudrajat • Kamis, 6 Juli 2023 | 13:00 WIB
TERGENANG: Warga melewati genangan air yang membanjiri lingkungan temnpat tinggal mereka di Jalan Kalianak, Surabaya, Rabu (5/7). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
TERGENANG: Warga melewati genangan air yang membanjiri lingkungan temnpat tinggal mereka di Jalan Kalianak, Surabaya, Rabu (5/7). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Banjir rob karena pasang maksimum air laut saat bulan purnama menerjang permukiman penduduk di Jalan Kalianak Timur, RT 01-02, Surabaya. Air pasang secara perlahan memenuhi perkampungan.

Pantauan Radar Surabaya di lapangan, ketinggian air laut pada pukul 09.00 setinggi 10 sentimeter. Namun, pukul 10.30 air mengalami kenaikan hingga betis orang dewasa atau sekitar 30-40 sentimeter.

Salah seorang warga Kalianak Timur, Suhartono, membeberkan, air rob tersebut terjadi sejak Senin (3/7) pagi. Bersamaan dengan bulan purnama. Ketinggian air sekitar 25 sentimeter. Genangan tersebut terjadi sekitar 2-3 jam. "Sejak pagi air naiknya pelan. Tapi, begitu sudah naik cepat surutnya," ujar Suhartono, Rabu (5/7).

Dia menjelaskan, di kawasan pesisir Kota Pahlawan fenomena banjir rob sudah menjadi peristiwa rutin. Masyarakat sudah antisipasi dengan meninggikan rumah. Namun, ada beberapa rumah yang terendam, terutama yang sisi barat. Bahkan, ketinggian air sekitar 50-60 sentimeter.

"Setiap pasang (air laut) selalu banjir. Tapi untuk sebelah barat agak tinggi bisa sedengkul karena dekat sungai," terang Suhartono.

AIR PASANG: Kawasan Jalan Kalianak tertutup genangan air laut yang naik ke jalan hingga masuk ke permukiman warga. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
AIR PASANG: Kawasan Jalan Kalianak tertutup genangan air laut yang naik ke jalan hingga masuk ke permukiman warga. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Ia berharap ada penanganan dari pemkot agar efek banjir rob tidak meluas. Misalnya, dengan meninggikan jalan atau pelebaran saluran. "Meskipun ini karena faktor cuaca, tapi paling tidak ada langkah dari pemerintah supaya tidak masuk ke permukiman warga," katanya.

Selain di Kalianak, banjir rob juga terjadi di Jalan Perak, tepatnya kawasan menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Tak sedikit kendaraan bermotor mogok akibat genangan air. Ketinggian mencapai 20-30 sentimeter. Pengendara yang melintas harus pelan-pelan. Sampai dengan pukul 12.10 air rob masih menggenangi kawasan Perak Barat.

Sementara itu, Kepala Forcester BMKG Tanjung Perak Muhammad Arif Wiyono mengatakan, banjir rob terjadi hingga 6 Juli dengan ketinggian mencapai 5-20 sentimeter tergantung kelandaian wilayah di kawasan pesisir.

"Banjir rob itu disebabkan tinggi gelombang mencapai 130-150 sentimeter. Kalau kondisi normal sekitar 120 sentimeter. Rob terjadi pukul 08.00 sampai 14.00," tutur Arif.

Ketinggian banjir bisa lebih tinggi apabila disertai hujan. Saat ini sudah musim kemarau. Namun, tak menepis kemungkinan turun hujan ringan. "Kalaupun hujan, intensitasnya rendah. Biasanya malam hari," pungkasnya. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#banjir rob #perak #pasang air laut #Bulan purnama #kalianak